Mediaetam.com, Temanggung – Kopi merupakan salah satu komoditas yang saat ini menjadi pertumbuhan ekonomi nasional, oleh sebab itu perlu adanya dukungan untuk petani kopi.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik atau BPS diketahui sepanjang 2021, Indonesia melakukan ekspor kopi sebanyak 384,51 ribu ton. Total perolehan dari penjualan tersebut yaitu US$ 849,37 juta atau Rp 13,38 triliun.
Agar komoditas kopi Indonesia dapat menjadi primadona selamanya, maka semua pihak harus memperhatikan dari hulu sampai ke hilir.
Seorang petani dan pengusaha kopi dengan merek Kwadungan Coffee yang berada di Kabupaten Temanggung, Zainal Arifin menuturkan tantangan yang dihadapi oleh petani adalah produksi kopi yang kurang.
“Karena permintaan semakin banyak, maka harus berbenah di hulu atau pada tanaman kopinya,” ucap Zainal Arifin, Rabu, (28/12/2022).
Menurutnya hasil panen kopi cenderung menurun di dua tahun terakhir.
Hal ini juga dipengaruhi oleh cuaca yang saat ini kurang bersahabat
Sejak jadi petani dan pengusaha kopi dari tahun 2014, Zainal Arifin menuturkan perlu adanya upaya pencegahan turunnya produksi kopi.
Salah satu caranya yaitu memberikan edukasi pada para petani. Selain itu juga perlu melakukan penambahan pembibitan dan penanamannya.
Selama ini, Zainal Arifin memasok kebutuhan pasar kopi yang berada di dalam dan luar negeri selain berasal dari kebun kopinya sendiri juga berasal dari petani langsung.
Dirinya bekerjasama dengan 40-an kelompok petani kopi arabika dan lebih dari 100 kelompok petani kopi robusta.
Zainal Arifin mengumpulkan hasil panen kopi dari kebun sendiri dan kelompok tani tadi. Lalu dia mengolahnya sampai siap untuk dipasarkan.
Pada Desember 2022, Zainal Arifin sudah melakukan ekspor biji kopi ke Iran sebanyak 2 kontainer dan biji kopi ke Mesir sebanyak 1 kontainer.
Butuh waktu sekitar 28 hari agar kopi tersebut sampai ke negara tujuan.
Biji kopi itu dikemas di dalam karung lalu dimasukkan di dalam kontainer yang sudah diberikan lapisan pada dinding bagian dalam.
Lapisan tersebut memiliki fungsi untuk mencegah lembap serta menyerap bau.
Zainal Arifin memasok kopinya ke Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kalimantan untuk pasar di dalam negeri.
Dirinya mengirim 3 hingga 5 ton kopi robusta dan 1 hingga 2 ton kopi arabika di pasar domestik.
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq menuturkan pemerintah daerah juga mendukung pertumbuhan produksi kopi.
Salah satunya yaitu memberikan bibit kepada petani dan melakukan penanaman di berbagai tempat.
“Kami menyebar bibit ke lereng Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gurung Prau,” ucapnya.
Di tahun 2022, total ada 400 ribu bibit kopi yang disebar.
Di tahun 2023, alokasinya ada 150 ribu bibit kopi. Tanaman kopi ini diprediksi bisa dipanen kira-kira 3 tahun setelah proses penanaman.
Sumber : Tantangan Petani Kopi Ada di Hulu, Cara Pemda Bantu Agar Tepat Sasaran
Editor : Eny Lestiani








