Kutai Kartanegara – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, membuka Rapat Koordinasi Manajemen Kepegawaian dalam rangka Penguatan Penilaian Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Kukar 2023, beberapa waktu yang lalu di Hotel Novotel Balikpapan.
Dalam acara tersebut, piagam penghargaan kategori manajemen sistem informasi kepegawaian (Badan/Dinas) diberikan kepada peringkat pertama Kesbangpol, peringkat kedua Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, dan peringkat ketiga Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah. Kategori penyampaian SKP tepat waktu (Badan/Dinas) peringkat pertama diberikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan, peringkat kedua Kearsipan dan Perpustakaan, peringkat ketiga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sementara itu, kategori pengembangan kompetensi terbaik peringkat pertama diraih oleh RSUD Samboja, peringkat kedua Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, dan peringkat ketiga Dinas Kelautan dan Perikanan.
Untuk kategori manajemen sistem informasi kepegawaian (kecamatan), peringkat pertama diberikan kepada Loa Janan, peringkat kedua Tenggarong Sebrang, dan peringkat ketiga Muara Muntai. Sedangkan dalam kategori penyampaian SKP tepat waktu (Kecamatan), peringkat pertama diraih oleh Kecamatan Loa Janan, peringkat kedua oleh Sangasanga, dan peringkat ketiga oleh Kota Bangun. Kategori pengembangan kompetensi terbaik (kecamatan) peringkat pertama diraih oleh Muara Badak, peringkat kedua oleh Muara Wis, dan peringkat ketiga oleh Marang Kayu.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Deputi Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara Suharmen, Kepala Kantor Regional VIII Banjarmasin A. Darmuji, Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan Kajian Manajemen Pemerintahan LAN Makassar Andi Taufik, serta seluruh kepala OPD dan Camat se Kabupaten Kutai Kartanegara.
Sunggono dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang akuntabel, bersih, dan mampu memberikan pelayanan publik yang prima telah memberikan dampak penting bagi Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah perlu memiliki akuntabilitas kinerja yang baik, transparan, dan mampu mendapatkan kepercayaan publik, terutama dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan salah satu aset yang tidak terlihat.
Dalam rangka memadukan tuntutan masyarakat dengan peningkatan SDM, perbaikan dalam manajemen pegawai perlu dilakukan. Manajemen Pegawai Negeri Sipil harus menghasilkan pegawai negeri sipil yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, dan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
“Profesionalitas ASN merupakan kunci keberhasilan ASN dalam melaksanakan fungsinya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa,” ujarnya.
Sunggono juga menjelaskan bahwa untuk menilai tingkat profesionalitas ASN, perlu dilakukan pengukuran Indeks Profesionalitas ASN. Pengukuran ini akan menghasilkan gambaran tentang tingkat profesionalitas ASN dengan menggunakan kriteria tertentu seperti kesesuaian kualifikasi, kompetensi, tingkat kinerja, dan kedisiplinan pegawai ASN dalam melaksanakan tugas jabatannya.
“Hal tersebut bisa mempermudah saat melakukan pemetaan jabatan sehingga saat adanya promosi, mutasi, dan demosi tak terjadi debat yang tidak perlu,” kata Sunggono.
Sunggono berharap bahwa pengukuran Indeks Profesionalitas ASN dapat membantu memahami tingkat profesionalitas ASN pada Instansi Pemerintah dan ASN itu sendiri, serta menjadi dasar untuk pengembangan kompetensi ASN yang diharapkan dapat meningkatkan nilai Reformasi Birokrasi.
Ia juga menyoroti bahwa berdasarkan data lapangan yang diperoleh, Indeks Profesionalisme ASN Kabupaten Kutai Kartanegara masih belum mencapai harapan.
“Bila melihat kondisi di atas, hal tersebut harus menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya menjadi permasalahan yang harus diselesaikan oleh BKPSDM saja sebagai perangkat daerah yang memimpin sektor terkait pengembangan kepegawaian, namun permasalahan ini harus kita identifikasi bersama dan berkolaborasi dalam langkah-langkah penyelesaiannya,” pinta Sunggono.








