TENGGARONG – Asissten I bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmad Taufik Hidayat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) rencana pengumpulan data (Puldata) sebagai kajian strategis Ibukota Negara (IKN) oleh Markas Besar (Mabes) TNI, di kantor Wali Kota Balikpapan, Jumat (14/10/2022).
Rapat dipimpin Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Pemkot Balikpapan, Neny Dwi Winahyu. Hadir dalam rakor tersebut Tim Transisi dan Tim Ahli Otorita IKN yang juga Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Isradi Zainal, Perwira Tinggi (Pati) Staf Ahli TK II Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Komunikasi Sosial Brigjen TNI Sugeng Hartono.

Sementara itu, Brigjen TNI Sugeng Hartono mengungkapkan tujuan pengumpulan data untuk memperoleh data dan fakta serta memberikan saran dan masukan pimpinan TNI AD berkaitan dengan penyiapan negara di IKN pembangunan bidang pertahanan dalam rangka menguatkan pertahanan di darat.
Pada kesempatan tersebut Akhmad Taufik Hidayat memberikan masukan mengatakan posisi Kukar di IKN sebagai daerah penyangga yang meliputi empat kecamatan, Samboja, Muara Jawa, Loa Janan dan Kecamatan Loa Kulu.
Dijelaskannya, posisi Kukar sangat berat karena harus merelakan kawasan budi daya kehutanannya yang paling luas, serta pemukiman penduduk. “Untuk persoalan-persoalan memang ada, tetapi tidak semasif yang digambarkan, karena ini menyangkut kawasan hutan budi daya yang telah ada, dan masyarakat ada didalamnya sebagai penggarap,” jelas Taufik.
Dia juga menjelaskan, yang menjadi persoalan saat ini adanya proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tingkat Propinsi. “Mudah-mudahan pada kesempatan ini sebagaimana yang disampaikan pak Sugeng tadi, provinsi bisa dilibatkan sehingga bisa menginformasikan ini, karena bagian terpenting kabupaten/kota akan menyampaikan perubahan-perubahan tata ruang ini,” ujarnya. (Adv)








