TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Kutai Kartanegara (Kukar) terus menegaskan komitmennya dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pangan masyarakat. Langkah ini menjadi wujud nyata dari pelaksanaan 17 Program Prioritas Kukar Idaman Terbaik yang diusung Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari Program yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran kini menjadi ikon keberhasilan dalam upaya memperbaiki gizi nasional yang mana program yang saat ini telah berjalan di beberapa kecamatan dengan sasaran utama anak sekolah.
Siapkan MBG Plus
Dalam waktu dekat, Pemkab Kukar juga tengah menyiapkan MBG Plus, yaitu perluasan program bagi balita dan lansia, namun pelaksanaannya masih dalam tahap persiapan teknis.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG hingga ke tingkat kecamatan. Satgas ini berperan penting dalam mengawal pelaksanaan program agar berjalan terstruktur dan berkelanjutan sampai ke tingkat desa.
“Alhamdulillah, kita sudah bentuk Satgas MBG sampai ke kecamatan. Harapannya, pelaksanaan program ini benar-benar bisa dikawal secara masif dan terarah,” ujarnya saat ditemui, Selasa (14/10/2025).
Saat ini, program MBG telah berjalan di 10 kecamatan di Kukar. Masih ada sekitar 4 hingga 6 wilayah lainnya yang sedang menunggu persetujuan dan segera menyusul untuk mengimplementasikan program ini. Pemerintah juga sedang mempersiapkan kebijakan tambahan untuk mendukung pelaksanaan MBG Plus agar bisa menjangkau balita dan lansia di seluruh wilayah.
Sunggono menambahkan, wilayah Kukar yang luas dengan banyak daerah terpencil menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, Pemkab akan menerapkan kebijakan khusus bagi daerah dengan akses sulit agar program ini tetap dapat berjalan optimal.
“Kita ingin program MBG ini bisa dirasakan semua masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil,” ujarnya.
Distribusi Harus Efektif
Peran Camat sebagai ketua Satgas MBG dianggap sangat strategis dalam mengatur distribusi bahan pangan, memastikan kelancaran program, dan menjaga keberlanjutan pelaksanaan di tingkat kecamatan dan desa. Kerja sama dengan aparat desa pun menjadi faktor kunci untuk menjaga efektivitas dan ketepatan sasaran program.
Untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan, Pemkab Kukar juga menggandeng Koperasi Merah Putih. Koperasi ini akan mendukung penyediaan bahan pangan serta memastikan pasokan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kecamatan.
“Saya sudah berdiskusi dengan Koperasi Merah Putih, dan mereka siap bersinergi dengan teman-teman SPPG. Ada komitmen bersama untuk memastikan semua kebutuhan program MBG dapat terpenuhi,” tutur Sunggono.
Melalui sinergi antara Pemkab Kukar, Satgas, dan koperasi, diharapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan MBG Plus nantinya dapat berjalan lancar dan memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi, ketahanan pangan, serta kesejahteraan masyarakat Kukar.
“Ini adalah bagian dari Kukar Idaman Terbaik yang benar-benar ingin menyentuh masyarakat dari usia muda hingga lanjut usia,” pungkasnya. (Nur/Adv/Prokom Kukar)








