Perkuat Semangat Kebangsaan, Puji Setyowati Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Anggota komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati saat melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan (Foto: Ist).
Anggota komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati saat melaksanakan sosialisasi empat pilar kebangsaan (Foto: Ist).

Samarinda- Minimnya kepedulian terhadap nasionalisme atau wawasan kebangsaan menjadi atensi DPRD Kaltim.

Seluruh anggota DPRD Kaltim rutin turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi terkait empat pilar kebangsaan seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Seperti yang dilakukan oleh anggota komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati dari fraksi Demokrat, terbaru dia turun sosialisasi di Jalan Proklamasi A Rt 52, Kota Samarinda, Sabtu (13/5/2023).

Puji Berharap, dengan semakin rutinnya kegiatan sosialisasi, masyarakat dapat memahami arti pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang didasarkan pada 4 pilar kebangsaan.

Menurut Puji, perkembangan kehidupan manusia dalam era globalisasi semakin mengarah pada kehidupan yang individualistik. Akibatnya, masyarakat terkadang menunjukkan sikap yang kurang peduli dalam memelihara, menjaga, serta mengembangkan wawasan kebangsaan.

“Jika situasi ini dibiarkan, lambat laun wawasan kebangsaan akan terkikis. Untuk itu, perlu diupayakan dengan serius untuk menggerakan memperkokoh wawasan kebangsaan di era globalisasi,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Puji membawa dua Narasumber, yaitu Jaidun selaku dosen Fakultas Hukum Universitas Widyagama Samarinda, kemudian Gabriel Raja Tukan selaku praktisi hukum.

Dalam paparannya Jaidun menyampaikan, tujuan dari wawasan kebangsaan adalah untuk mewujudkan semangat nasionalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan masyarakat dengan mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi, golongan, suku bangsa atau daerah.

Sebab kata dia, wawasan kebangsaan NKRI merupakan cara kita sebagai bangsa Indonesia dalam memandang diri dan lingkungan dalam mencapai tujuan nasional.

“Wawasan kebangsaan disini pada hakekatnya adalah hasrat yang sangat kuat untuk bersama-sama mengatasi segala perbedaan dan diskriminasi. Wawasan kebangsaan tidak dilandasi atas asal-usul kedaerahan, suku, keturunan, status sosial dan agama,” papar Jaidun.

Lebih lanjut, Puji juga menyinggung soal tantangan dalam keberagaman. Seperti munculnya kelompok-kelompok yang ingin merubah ideologi bangsa. Kemudian ancaman yang bertebaran dari media sosial, kapan dan dimana saja bisa diakses.

“Masyarakat harus waspada, berhati-hati dalam menshare informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya,” tandasnya. (Iswanto/Adv/DPRD Kaltim).

Bagikan:

Pos terkait