Persentase Terus Menurun, Sekda Kukar Paparkan 4 Faktor Stunting

TENGGARONG – Angka stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara persentase mengalami penurunan. Pada 2019 berada pada angka 20,12 persen dan 2020 menjadi 16,9 persen.

“Capaian ini adalah hasil kerja keras dan kerja sama kita bersama yang baik dari seluruh sektor bahwa masalah stunting bukan tugas dan tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, namun tanggung jawab bersama,” ucap Sekda Kabupaten Kukar Sunggono, yang juga Ketua Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (KP2S), pada acara Rembuk Stunting dengan Raga Pantas,dengan tema,”Wujudkan Generasi Emas Kukar Bebas Stunting”, di Ruang Merak lantai 3 RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, Selasa (19/10/21).

Sekda Kukar Sunggono memaparkan tentang faktor yang mempengaruhi tingkat stunting. (Prokom Kukar)

Sunggono menjelaskan, selain kurang terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, ada 4 faktor yang mempengaruhi, yaitu faktor genetik 10 persen, pelayanan kesehatan 20 persen, prilaku 30 persen dan lingkungan 40 persen. Selanjutnya yang mempengaruhi permasalahan gizi di Kukar tertinggi adalah faktor anggota keluarga merokok, kemudian anak yang tidak mendapat vaksinasi lengkap sebesar 6,1 persen.

“Untuk itu perlu tindakan penanganan secara terkoordinir, terintegrasi bersama-sama melakukan pencegahan kepada sasaran prioritas harus dilakukan, lokus intervensi penanganan stunting 2021 berada di 21 desa di beberapa kecamatan Kabupaten Kukar,” ungkapnya.

Dikatakannya sesuai dengan target nasional hingga akhir 2024 stunting tinggal 14 persen.
Tim KP2S menargetkan Tahun 2022 nanti bisa capai persentasenya turun menjadi 15 persen.

“Meskipun banyak keterbatasan ditahun ini karena adanya pandemi sehingga upaya yang kita lakukan tidak maksimal dan kita tetap optimis bisa menyasar kedesa – desa yang menjadi target penanganan stunting,” harapnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen Kabupaten Kukar dalam integrasi KP2S oleh peserta rembuk. Acara dihadiri beberapa kepala OPD, Camat, kepala desa, lurah dan juga dihadiri secara virtual. Dalam acara tersebut juga telah disampaikan review program konvergensi percepatan pencegahan penanganan stunting di Kukar oleh Sekda Sunggono dan paparan dari Kedeputian Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia Bagian Analis Kebijakan Madya Bidang Penanggulangan Kemiskinan Afif Junior melalui virtual. (Adv/ProkomKukar)
.

Share:

About The Author