Perumda Varia Niaga Samarinda Gelar Soft Launching Parkir Nontunai di 20 Titik

Samarinda- Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menerapkan sistem parkir nontunai di Kota Tepian terus digencarkan.

Kamis (16/6/2022) bertempat di Jalan Diponegoro, Pemkot Samarinda melalui Perumda Varia Niaga melaksanakan soft launching atau uji coba dan tahapan pelatihan kepada juru parkir (Jukir) di 20 titik yang tersebar di Kota Samarinda.

Direktur Perumda Varia Niaga, Syamsudin Hamade mengatakan tahapan penerapan yang dilakukan itu sebagai langkah awal sebelum dilakukan peluncuran secara resmi pada bulan Juli mendatang.

“Setelah 15 hari kedepan nanti kita lihat perkembangannya, sekaligus kami melakukan evaluasi. Insya Allah nanti setelah ini akan dilakukan grand launching,” kata Syamsuddin.

Direktur Perumda Varia Niaga, Syamsudin Hamade saat diwawancarai awak media terkait pelaksanaan soft launching parkir non tunai.

Ia menyebut, untuk masa 15 hari pertama akan menjadi fase uji coba di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Sehingga, untuk selanjutnya akan dilakukan dianalisa, kemudian dikembangkan untuk lebih luas lagi ke 243 titik lainnya secara bertahap.

Melalui pembayaran parkir non tunai, jelas dia, pelanggan atau warga bisa menggunakan dengan dua metode seperti platform SIAP QRIS atau produk elektronik lain yang telah disediakan.

Sistem non tunai tersebut akan dilakukan pendataan untuk semua nomor polisi kendaraan, baik roda dua maupun empat.

“Pembayaran non tunai ini juga secara otomatis akan terdata sampai ke nomor polisi kendaraan,melalui aplikasi yang ada,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan penggunaan sistem tersebut, Perumda Varia Niaga akan terus melakukan upaya sosialisasi ke masyarakat. Tujuannya agar penerapan sistem tersebut betul-betul maskimal serta berdampak terhadap peningkatan PAD Samarinda.

“Semua Jukir yang terdaftar juga akan diberikan pelatihan, sehingga penggunaan sistem ini benar-benar maksimal. Karena ini hari pertama, jadi nanti kami akan melakukan evaluasi setelah 15 hari kedepan,” ujarnya.

Menurut Syamsuddin, Penggunaan sistem tersebut tentu juga dapat memudahkan masyarakat dalam pembayaran parkir. Selain itu penggunaan sistem tersebut juga dapat menghindar dari adanya Jukir liar dengan pungutan yang tidak sesuai aturan.

“Yang pasti Jukir yang telah tergabung dan terdata akan terus diberikan pelatihan. Sekaligus memberikan sosialisasi terkait penggunaan sistem ini,” terangnya.

Kemudahan dalam penggunaan sistem tersebut dibenarkan oleh salah satu Jukir yang bernama Maskarianto di Jalan Diponegoro.

Dirinya mengaku tak membutuhkan waktu lama untuk belajar penggunaan sistem tersebut.

“Nggak ada kendala dalam penggunaan sistem ini, sekarang sudah bisa menggunakan,” akunya. (Redaksi Mediaetam.com)

Bagikan:

About The Author

Reply