Pincangnya Persebaya Adalah Keuntungan Sekaligus Kerugian untuk Borneo FC

ILUSTRASI: Fabio Lefundes harus menemukan cara mengalahkan Persebaya yang tidak diperkuat Bruno dan Rivera. (IST)

Tidak bisa bertandingnya Rivera dan Bruno Moreira serta absennya pelatih sementara Uston Nawawi membuat Persebaya berada dalam posisi sangat pincang jelang duel panas dengan Borneo FC.

Pertandingan Persebaya kontra Borneo FC Samarinda di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu malam, akan menjadi momen pembuktian dua tim pesakitan. Tuan rumah yang sebenarnya memiliki skuad cukup mewah, masih terseok-seok di papan tengah. Dari 13 laga, mereka baru meraih 18 poin (kehilangan 21 poin) dengan 4 kemenangan, 6 imbang, dan 3 kali kalah. Bahkan di 4 laga terakhirnya, Bajul Ijo hanya meraih 4 hasil imbang dengan skor identik (1-1).

Bacaan Lainnya

Atas rangkaian hasil buruk itu, manajemen memecat pelatih Eduardo Perez pada November lalu. Sementara pencarian pelatih baru berjalan, Uston Nawawi yang sebelumnya adalah asisten pelatih, naik pangkat menjadi pelatih sementara (caretaker).

Sedangkan Borneo FC, setelah secara fantastis mencatatkan 11 kemenangan beruntun. Muhammad Sihran dkk harus menelan kekalahan di 2 laga terakhirnya. Hasil ini sedikit banyak menghadirkan tekanan bagi tim besutan Fabio Lefundes, meski saat ini masih menduduki puncak klasemen.

Bagi Persebaya, kemenangan di hadapan suporter sendiri akan menjadi pelepas dahaga di tengah situasi yang rumit. Sementara bagi Pesut Etam, kemenangan akan bisa mengembalikan kepercayaan diri sebagai tim penantang gelar.

Persebaya Pincang Banget

Sayang bagi tuan rumah, laga berat melawan sang pemuncak klasemen malah dihadapkan pada situasi sulit. Selain pelatih kepala yang baru dipecat, caretaker Uston yang harus absen lantara suspensi kartu kuning. Tim Surabaya juga harus bermain tanpa nyawa permainannya, yakni Rivera dan Bruno Moreira.

Fransisco Rivera adalah playmaker ulung milik Persebaya, kalau di Borneo setara Juan Villa. Eks Madura United itu sejauh ini menjadi pemain paling gacor di timnya, dengan kontribusi 3 gol dan 4 asis. Sedangkan Bruno layaknya Peralta, penyerang sayap kiri yang justru jadi top skor klub dengan torehan 5 gol dan 1 asis.

Tanpa keduanya, Bajul Ijo yang untuk laga ini akan dipimpin oleh eks asistennya Shin Tae-yong; Shin Sang-gyu harus memaksimalkan pemain pelapis untuk meraih kemenangan perdananya usai 4 laga terakhir yang mengecewakan.

Keuntungan bagi Borneo FC

Kondisi yang dialami oleh Persebaya praktis menjadi keuntungan buat Borneo FC Samarinda. Setidaknya tanpa otak dan eksekutor andalannya, Persebaya tidak bisa menampilkan permainan terbaiknya.

Tanpa 2 pemain tersebut, ancaman untuk lini pertahanan Pesut Etam, di atas kertas berpotensi tidak besar. Peralta cs hanya harus berusaha menjebol pertahanan kokoh Persebaya yang dikawal eks Borneo; Leo Lelis.

Kerugian untuk Borneo FC

Ada untung, ada pula ruginya. Hal ini dikatakan oleh Fabio Lefundes pada sesi konferensi pers Jumat sore. Menurutnya, absennya Bruno dan Rivera tentu sudah diantisipasi oleh Shin Sang-gyu.

“Saya rasa Persebaya akan merepotkan kami.”

“Meski tanpa 2 pemain andalannya, mereka masih punya beberapa pemain berbahaya sebagai alternatif. Misalnya Gali dan Malik Risaldi,” ujarnya.

Itu adalah hal yang normal dan bukan menjadi kekhawatirannya. Namun perginya Edu Perez sontak membuat cara bermain Persebaya akan berbeda. Seperti diketahui, Fabio merupakan pelatih pragmatis yang lihai membuat taktik menyesuaikan kekuatan dan kelemahan lawannya.

Kini, Persebaya berganti nakhoda, maka satu-satunya laga yang masih cukup relevan untuk dipelajari adalah ketika Bajul Ijo menghadapi PSM bersama Uston Nawawi. Dikatakan cukup relevan, karena di pertandingan tersebut, tim Surabaya diperkuat oleh Bruno dan Rivera; dua pemain yang dipastikan absen. Sehingga pasti pola permainannya berbeda. Ini seperti Fabio Lefundes menggali kekuatan Persebaya dengan peta buta.

Selain tak cukup informasi tentang kelemahan Persebaya, kata Fabio, lawannya memiliki waktu yang cukup untuk mengantisipasi kehilangan playmaker dan penyerang andalannya.

“Seperti kami, Persebaya juga memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan tim untuk laga ini. Sehingga kepergian pelatih kepala dan pemain penting yang absen tidak akan terlalu berpengaruh. Belum lagi, mereka akan bermain di hadapan suporter besarnya,” tandas Fabio.

Melihat apa yang terjadi, untuk kali ini Fabio tak bisa mengandalkan analisanya terkait permainan Persebaya. Justru intuisinya menerapkan taktik yang akurat tanpa bekal informasi yang memadai, akan menjadi ujian yang lebih sulit untuknya.

Dan mampukah intuisi Fabio Lefundes mengembalikan Borneo FC Samarinda ke jalur kemenangan lagi? Gak sabar ih nonton pertandingannya.

Penulis: Ahmad A. Arifin | Media Etam

Bagikan:

Pos terkait