
Mediaetam.com, Berau – Hampir 50 persen atau lebih kurang Rp 80 miliar dari total anggaran untuk program penataan bangunan gedung pada DPUPR Berau tahun 2023 baik dari APBD murni maupun dari APBD perubahan senilai Rp 163 miliar, digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Tanjung Redeb.
Tahapan pembangunan gedung dengan sistem multiyears contract (MYC) itu pun sudah mulai diproses pada tahun 2022 dengan dilaksanakannya perencanaan review dan revisi rancang bangun rinci atau Detail Engineering Design (DED) yang sudah tuntas pada 10 Desember 2022.
“Sehingga untuk proses kegiatan pembangunan fisiknya baru dapat dilaksanakan di tahun 2023 ini,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Pemukiman, Penataan Bangunan, dan Jasa Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Jimmy Arwi Siregar, Selasa (2/5/2023).
Sesuai rencana, pembangunan gedung RS ini akan dilaksanakan hingga tahun 2024. Untuk menuntaskannya pun dibutuhkan pagu anggaran senilai Rp 287 miliar. Dari keseluruhan anggaran itu, 50 persennya ditargetkan dapat terserap pada tahun ini.
“Kita harapkan tahun ini sudah ada penetapan penanganannya. Harapan kita, di Bulan Mei ini. Sehingga di 2023 untuk kesiapan anggaran pembangunan gedung akan lebih maksimal lagi,” sambungnya.
Anggaran yang besar untuk pembangunan RS tersebut mengakibatkan pembangunan yang sedianya dilaksanakan pada tahun 2022 tidak berjalan maksimal. Kendati demikian pembangunan gedung lainnya yang tertuang pada DPA DPUPR telah tuntas dilaksanakan seluruhnya.
Pembangunan RS dengan bobot fisik yang sangat besar dan penuntasan pembangunan gedung lainnya pada 2022 lalu itulah yang menyebabkan serapan anggaran pada TA 2022 hanya mencapai 54,47 persen.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah, pada Senin (17/4/2023) lalu, menegaskan bahwa realisasi anggaran untuk penataan bangunan dan gedung selama tahun 2022 lebih rendah daripada pembangunan infrastruktur lainnya.
Tak hanya daya serap yang dinilai masih rendah, proyek pembangunan gedung milik DPUPR Berau pada tahun 2022 tersebut juga sebenarnya tidak lebih banyak dari pembangunan infrastruktur lainnya. “Yang paling banyak kan jalan dan jembatan. Soal gedungnya kan agak-agak minim,” sambungnya.
Karena itu, pogram tersebut mesti diperhatikan sebab terdapat proyek pembangunan gedung rumah sakit yang sedianya akan dilaksanakan pada tahun ini. “Yang menjadi catatan kami, kan nanti APBD kita banyak tersedot untuk pembangunan rumah sakit.
Jadi, harapan kami, ini jangan hanya menjadi proyek multiyears saja lalu ke depannya mangkrak. Karena ini uang rakyat yang dipakai ratusan miliar. Harapan kami bisa berjalan sesuai progres,” tegasnya.
Selain perhatian pada pembangunan rumah sakit, Syarifatul pun berharap agar pemerintah mulai menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal.
“Karena rumah sakit dengan tipe tinggi begitu, Tipe B, dan tidak mungkin SDM-nya asal-asalan. Jadi, sekarang mulai beri kesempatan kepada dokter-dokter lokal untuk bersekolah.
Dan kalau bisa memberikan peluang kepada mahasiswa yang lulus di bidang kedokteran agar ada banyak dokter yang direkrut,” pintanya. (*/Elton Wada/ Adv Pemkab Berau)
Editor: Elton Wada








