SAMARINDA – Kepala Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur Iman Hidayat mengatakan, Pemprov Kaltim memastikan tahun ini anggaran Rp 375 miliar. Naik dibandingkan periode sebelumnya yang hanya Rp 304 miliar.
“Kuota tidak bisa dipastikan. Tapi pasti lebih 40 ribu. Kenapa tidak bisa dipastikan, karena kita enggak bisa mendeteksi para pendaftar itu membayar uang kuliahnya berapa. Kalau banyak di kedokteran yang di atas Rp 10 juta ya kuotanya lebih sedikit. Kalau banyak yang misal Rp 400 ribu ya, kuotanya banyak,” papar Iman.
Meski begitu, dia memperkirakan kemungkinan ada 44 ribu siswa dan mahasiswa yang terjaring di beasiswa ini. Selain itu, diakuinya animo masyarakat cukup tinggi terhadap beasiswa. Maka dari itu, Iman memaparkan pihaknya punya strategi untuk memisah pendaftaran antara mahasiswa dan siswa. Untuk siswa, akan dilakukan pada Maret.
Iman juga mengingatkan agar pendaftar benar-benar memperhatikan berkasnya. Sebab, pada periode lalu pendaftar yang berkasnya salah ada 18 persen. Di sisi lain, para pendaftar adalah warga Kaltim di berbagai penjuru Indonesia. Selain itu, Iman menegaskan tak ada keharusan kembali ke Kaltim. Sebab, prinsip beasiswa yang dipaparkan gubernur adalah Kaltim untuk Indonesia. (redaksi)








