Diskan Bantu Alat Tangkap dan Asuransi untuk 34 Kelompok Nelayan

Mediaetam.com, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau dalam hal Dinas Perikanan (Diskan) terus berupaya mengatasi masalah illegal fishing yang terjadi di Kabupaten Berau.

Salah satunya dengan membantu peralatan tangkap dan asuransi bagi 34 kelompok nelayan di sejumlah kampung yang tersebar di Kabupaten Berau.

Fungsional Pengawas Perikanan pada Diskan Berau, Budi Harianto, menjelaskan bahwa bantuan peralatan tangkap itu diberikan kepada 34 kelompok nelayan yang terdaftar.

Tujuannya, agar para nelayan tidak lagi menangkap ikan menggunakan bahan peledak atau potasium yang dapat menghancurkan biota laut.

Karena itu, lanjutnya, tahun ini anggaran miliaran rupiah telah dikucurkan oleh pihaknya untuk membantu 34 kelompok nelayan yang tersebar pada semua wilayah kecamatan dan kampung di Kabupaten Berau.

Selain peralatan tangkap, pemerintah pun menyiapkan asuransi bagi nelayan. Asuransi itu untuk membantu nelayan di kemudian hari.

“Tahun ini, kalau tidak salah 34 kelompok nelayan dibantu peralatan tangkap. Anggaran yang dipakai untuk bantuan itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau,” jelasnya.

Terkait mekanisme pemberian bantuan tersebut, Budi menambahkan bahwa para nelayan terlebih dahulu membentuk kelompok usaha bersama (KUB).

Kelompok tersebut kemudian diusulkan ke pemerintahan kampung untuk seterusnya dilanjutkan ke dinas terkait.

“KUB ini mereka bentuk lalu mereka usulkan lewat kampung untuk di-SK-kan. Nanti di dinas dibuat surat keterangan tertulis. Kemudian didatangi kampung itu untuk pendataan lebih jauh.

Mereka usul apa, nanti disesuaikan dengan budget atau anggaran di dinas. Biasanya tahun depannya setelah usulan disampaikan baru dibantu,” sambungnya.

Budi pun berharap agar bantuan yang telah diberikan tersebut tidak hanya menjadi solusi atas illegal fishing, tetapi juga menjadi upaya membuat para nelayan dapat mandiri kelak.

Maksudnya, setelah mendapat hasil tangkapan yang mencukupi, para nelayan tidak lagi terus mengharapkan bantuan dari pemerintah. Melainkan, secara mandiri mendatangkan peralatan yang dibutuhkan.

“Ada peralatan seperti mesin yang dibantu itu mengalami trouble. Kan, ada yang kalau sudah satu tahun bisa rusak.

Harapan kami dengan bantuan itu, hasil tangkapan mereka nanti kemudian bisa dipakai untuk membeli kembali peralatan tangkap yang dibutuhkan,” tutupnya. (*/Elton Wada/Adv Pemkab Berau)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait