Mediaetam.com, Kukar – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kota Raja Tenggarong ke-241. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar serangkaian acara.
Salah satunya, lomba tarian Jepen yang digelar mulai 11 hingga 13 September ini. Tarian Jepen merupakan salah satu tarian tradisional dari Suku Kutai Kalimantan Timur yang banyak dipengaruhi dari kebudayaan Melayu dan Budaya Islam. Dengan mempresentasikan kebudayaan Melayu yang dinamis, atraktif, energik, dan bersahaja.
Selain diperlombakan, Pemkab Kukar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar juga akan menggelar event pelestarian Tari Jepen pada November 2023 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan event tersebut sebagai gerakan memecahkan Rekor MURI Indonesia, melalui tarian Jepen.
“Jadi, nanti kami akan melibatkan seluruh lapisan dari berbagai kecamatan. Mulai dari masyarakat, OPD, pelajar dan komunitas-komunitas senam di Kukar dengan memadukan tarian Jepen bersama gerakan senam modern,” ucap Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni. Kamis, (14/9/2023).
Gerakan senam tari Jepen ini, nantinya akan diselenggarakan di Jalan Jenderal Sudirman hingga Wolter Monginsidi. Dimana, lokasi tersebut merupakan lokasi Car Free Day (CFD) dan akan melibatkan 10 ribu penari atau peserta.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasyid sangat mendukung event tersebut diselenggarakan. Menurutnya seni tradisional sudah sepantasnya dilestarikan di tengah perkembangan zaman.
“Dengan memadukan tarian Jepen dan senam modern, hal ini merupakan inovasi baru dalam memasyarakatkan tarian Jepen,” kata ketua DPRD Kukar, Abdul Rasyid.
Selain itu, upaya dalam melestarikan seni budaya khas Kutai ini. Rasyid menyebut sekolah-sekolah hingga kelas seni dapat menerapkan senam Jepen ini sebagai gerakan senam wajib.
“Dalam melestarikannya penting sekali sekolah-sekolah di Kukar ikut menerapkan, agar tarian ini bisa bermasyarakat di Kukar. Diharapkan pihak Disdikbud Kukar bisa turut mengambil peran dalam mengembangkan dan melestarikan seni budaya khas Kutai ini,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)








