Kebut Program MBG, Pemerintah akan Bangun 174 SPPG di Kukar

Dapur SPPG Jalan Panjaitan Gg Mesjid Agung, Tenggarong. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memacu kesiapan program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, sebanyak 174 titik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) ditargetkan berdiri untuk melayani seluruh wilayah di Kutai Kartanegara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa data operasional terus bergerak dinamis. Hingga Kamis (5/3/2026), proses verifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) masih berlangsung di berbagai kecamatan.

Bacaan Lainnya

“Total yang harus dibangun itu 174 titik. Saat ini yang sudah jalan ada 31 titik, dengan target terdekat mencapai 78 operasional. Sisanya masih dalam tahap pembangunan dan verifikasi kelayakan alat serta tenaga kerja,” tuturnya.

Pemkab Kukar Permudah Pendirian SPPG

Untuk memastikan target tercapai tahun ini, Bupati Kukar Aulia Rahman mengambil kebijakan tegas. SPPG yang pembangunannya tersendat oleh mitra akan difasilitasi langsung oleh pemda untuk dicarikan solusi atau mitra baru yang lebih berkualifikasi.

“Intinya pemerintah daerah membantu memfasilitasi agar gedung-gedung yang sudah terbangun bisa segera beroperasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Program ini juga dirancang sebagai motor penggerak ekonomi baru di masyarakat. Setiap satu unit SPPG diperkirakan mampu menyerap antara 30 hingga 50 tenaga kerja yang seluruhnya diwajibkan berasal dari warga sekitar, sehingga manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh komunitas setempat.

Dalam operasionalnya, SPPG memiliki sejumlah staf inti yang terdiri dari Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan yang bertanggung jawab memastikan pengelolaan program berjalan sesuai standar. Selain itu, kegiatan di dalamnya juga didukung oleh para relawan yang bertugas di berbagai tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses produksi oleh koki, pengaturan porsi makanan, hingga pendistribusian.

Para relawan tersebut mendapatkan honor minimal Rp100 ribu per hari sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung jalannya program.

Dihubungkan dengan Peternak Ayam Petelur

Di sisi lain, untuk memperkuat kemandirian pangan, program ini juga didukung pembangunan 37 kandang ayam petelur yang diharapkan mampu menyediakan pasokan telur secara berkelanjutan bagi kebutuhan operasional sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

Salah satu tantangan besar program ini adalah ketersediaan bahan baku. Sekda Sunggono menyebut, sementara beras dan sayuran melimpah, stok telur masih menjadi perhatian.

“Tahun ini bupati memerintahkan pembangunan 37 kandang ayam petelur di seluruh kecamatan. Untuk pakan ayam, kita kerja sama dengan Koperasi Merah Putih agar rantai pasoknya mandiri dari dalam daerah,” jelasnya.

Koordinator Wilayah MBG Kukar, Sandi Rizki, menegaskan SPPG bukan sekadar bagi-bagi makanan. “Ini intervensi pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Efeknya multiplier; ekonomi desa bergerak karena bahan baku (ikan, daging, sayur) dibeli dari petani lokal, dan anak-anak jadi lebih fokus belajar karena gizinya terpenuhi,” pungkas Sandi.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait