TENGGARONG – Para kontraktor yang menangani proyek pembangunan Pemkab Kukar tahun 2025 akhirnya bisa bernapas lega. Mereka dipastikan bisa merayakan Lebaran Idulfitri dengan senyum lebar, karena pemkab memastikan pekerjaan mereka akan dibayar hari Senin besok. Alhamdulillah.
Sebelumnya, perihal pembayaran pekerjaan 2025 sempat menjadi polemik karena lambatnya pencairan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Pemkab Kukar sempat menunggu uang itu hingga penghujung tahun, namun pencairan yang ditunggu tak kunjung tiba.
Sebagai langkah alternatif, mengingat para kontraktor juga sudah berkali-kali menagih, pemkab kemudian menjalankan rencana kedua, yakni meminjam uang ke Bankaltimtara. Opsi itu akhirnya terpakai, namun membutuhkan proses administrasi yang cukup panjang.
Butuh setidaknya 2 bulan untuk membereskan semua berkas sebelum pembayaran dapat dilakukan. Di tengah ketidakpastian, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyatakan sebisa mungkin pembayaran ke rekanan kontraktor dilakukan sebelum hari raya.
Sat Set tapi Sesuai Prosedur
Sepanjang akhir Februari hingga Maret ini, Pemkab Kukar terus mengebut proses pencairan.
Langkah cepat ini diambil setelah Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bertemu dengan Forum Kontraktor yang menagih kejelasan pembayaran jelang Idulfitri.
Pemkab Kukar memutuskan untuk meminjam dana sebesar Rp820 miliar dari Bankaltimtara guna melunasi seluruh kewajiban yang telah diaudit oleh Inspektorat.
Bupati Aulia menyebut pihaknya telah mendesak pihak perbankan untuk mempercepat proses administrasi. Jika tidak ada kendala, proses akad kredit akan dilakukan pada Jumat (13/3/26) besok.
“Tadi kami langsung hubungi Bankaltimtara di depan kawan-kawan kontraktor. Target kami besok akad kredit selesai, sorenya dana masuk kas daerah. Paling lambat Senin pagi (16/3/26) dana sudah bisa dicairkan,” ujar Aulia Rahman Basri, Kamis (12/3/2026).
Setelah dana masuk ke kas daerah, proses selanjutnya bergantung pada kesiapan administrasi di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati Aulia meminta para rekanan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengurus SPP, SPM, hingga penerbitan SP2D.
“Dari sisi pemda tidak ada kendala lagi, semua dokumen sudah saya tandatangani hari ini. Kami harap teman-teman kontraktor bersabar sebentar lagi karena proses pencairan biasanya hanya butuh satu-dua hari,” tambahnya.
Langkah percepatan ini juga didasari atas tekanan sosial yang dialami para kontraktor. Mengingat hari raya sudah di depan mata, para pekerja lapangan seperti tukang dan buruh bangunan sangat bergantung pada pencairan termin ini untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
“Para kontraktor juga punya kewajiban kepada pekerja mereka. Dana Rp820 miliar ini memang dialokasikan khusus untuk melunasi utang kepada rekanan. Namun, bagi yang belum mengajukan penagihan, pembayaran tetap mengikuti proses administrasi yang berlaku,” pungkasnya.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








