LOA JANAN – Pelarian M (37), eksekutor begal sadis yang sempat viral, berakhir memalukan. Ia diringkus polisi saat sedang asyik “bercocok tanam” dengan seorang PSK di Lokalisasi Manggar Sari, Balikpapan Timur. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan setelah rekan setimnya, MY (48), diringkus terlebih dahulu dalam sebuah pengejaran mencekam.
Aksi perampokan kalung dan anting milik Korban di Desa Tani Harapan pada Selasa (10/3/2026) lalu, ternyata membuka kotak pandora kejahatan lintas provinsi.
Di balik penangkapan ini, ada aksi heroik Kanit Reskrim Polsek Loa Janan, Iptu Dwi Handono. Ia menceritakan bagaimana dirinya secara tidak sengaja berpapasan dengan pelaku MY saat sedang melakukan hunting sendirian menggunakan sepeda motor.
Ia lalu membuntuti pelaku dari jalur M. Said Samarinda hingga ke KM 45 Bukit Soeharto jarak tempuh hampir 50 kilometer di bawah guyuran hujan lebat.
“Saya sendirian, dua lawan satu (pelaku bersama istrinya). Saya voice note anggota minta backup. Saya menyamar jadi karyawan tambang agar tidak terkecoh. Setelah bantuan datang baru berani kami tabrak dan amankan pelaku MY,” beber Iptu Dwi Handono, Sabtu (14/3/2026).
Penangkapan Pelaku Kedua
Dari penangkapan MY, polisi mendapatkan informasi keberadaan M. Berkoordinasi dengan Polsek Balikpapan Timur, petugas langsung melakukan penggerebekan di Lokalisasi Manggar Sari.
“Kami dobrak kamarnya, si M ini lagi asyik sama PSK di situ. Langsung kami amankan,” tegasnya.
Polisi mengungkap uang hasil rampokan senilai Rp64,5 juta telah ludes dibagi dua untuk foya-foya, judi online, narkoba, hingga biaya lokalisasi.
MY diketahui merupakan residivis kasus serupa di Jawa yang terkenal sadis. Dalam aksinya di Kaltim, mereka telah beraksi di 6 TKP (3 di Loa Janan, 3 di Samarinda) dengan menyasar ibu-ibu lansia yang mengenakan perhiasan mencolok.
Tak berhenti di situ, Team Garangan juga menciduk sang penadah, R (51), di kawasan Pasar Pagi Samarinda. Dari tangan penadah, polisi mengamankan uang Rp4,1 juta dan emas seberat 16,3 gram yang disimpan di rumahnya di Anggana.
Iptu Dwi Handono mengimbau warga agar lebih waspada terhadap pendatang baru yang mencurigakan. Ia meminta Ketua RT proaktif melaporkan tamu atau penghuni baru kepada Bhabinkamtibmas.
“Para pelaku ini mengincar lansia di pemukiman. Kami terus tingkatkan patroli hunting dan cipta kondisi untuk mempersempit ruang gerak para residivis yang masuk ke wilayah Kukar,” pungkasnya.
Kini, ketiga tersangka beserta barang bukti sepeda motor dan perhiasan emas telah diamankan di Polsek Loa Janan untuk proses hukum lebih lanjut.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








