Soto Kutai Sudah di Atas Kompor, IRT di Tenggarong Ikhlas Lebaran Geser ke Hari Sabtu

Ardaniah menyusun ketupat yang sudah selesai direbus di dapur, Kamis (19/3/26). (Dilla/ Media Etam)

TENGGARONG – Suasana dapur di sejumlah rumah warga Kota Raja mendadak berubah riuh usai pengumuman resmi Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Salah satunya dirasakan oleh Ardaniah, seorang ibu rumah tangga di Tenggarong yang sudah telanjur menyiapkan hidangan khas lebaran sejak Kamis (19/3/2026) malam.

Meski sempat mengira Idulfitri akan jatuh pada hari Jumat, ia tetap menyikapi keputusan pemerintah dengan santai dan penuh rasa syukur.

Bacaan Lainnya

Ardaniah mengaku sudah menyiapkan bumbu dan bahan masakan dalam porsi besar untuk menjamu keluarga dan kerabat yang datang berkunjung.

“Saya sudah menyiapkan 15 biji bumbu masak untuk satu panci besar, cukup untuk 30 sampai 40 porsi. Rencananya mau masak soto khas Kutai untuk lebaran besok,” ujar Ardaniah saat disambangi ke rumahnya Kamis malam.

Sambil mengaduk masakan, ia terus memantau siaran langsung pengumuman Menteri Agama melalui telepon genggamnya.

Begitu mendengar kabar bahwa hilal belum terlihat dan lebaran digeser ke hari Sabtu (21/3/2026), ia hanya tersenyum simpul.

Agak Shock, tapi Ada Positifnya Juga

Alih-alih merasa rugi karena masakan sudah matang lebih awal, Ibu Ardaniah justru melihat sisi positif dari pergeseran tanggal tersebut. Baginya, hidangan yang sudah siap bisa menjadi menu spesial untuk menutup bulan suci Ramadan.

“Ternyata diumumkan hari Sabtu, jadi ya tidak apa-apa. Makanan ini bisa disantap sekali lagi untuk sahur terakhir nanti, lalu sisanya dipanaskan dan dimakan lagi pas hari lebaran nanti,” ucapnya dengan nada optimis.

Kondisi ini dialami oleh banyak warga di Tenggarong yang sudah mulai melakukan persiapan memasak sejak sore hari. Meskipun ada perbedaan satu hari dari perkiraan awal, semangat warga untuk menyambut hari kemenangan tidak luntur.

Pemerintah secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran Idulfitri 2026 jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026, karena hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS (ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat).

Keputusan pemerintah melalui Sidang Isbat ini memberikan waktu tambahan bagi warga untuk lebih maksimal dalam menjalankan ibadah di malam terakhir Ramadan sekaligus mematangkan persiapan silaturahmi di hari Sabtu mendatang.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait