Surplus Listrik dari EBT, Dinas ESDM Kaltim Buka Area Charge HP Gratis untuk Driver Ojol

ILUSTRASI: Dinas ESDM Kaltim sediakan area charge ponsel untuk driver ojol. (IST)

SAMARINDA – Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Kalimantan Timur terus dioptimalkan. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim kini membuka area pengisian daya gratis, termasuk untuk kebutuhan pengisian HP bagi para driver ojek online (ojol), memanfaatkan kelebihan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena adanya surplus listrik yang tidak termanfaatkan secara maksimal, khususnya saat hari libur.

Bacaan Lainnya

“Pada hari libur energi listrik dari PLTS ini tidak terpakai optimal, sehingga kami membuka akses pemanfaatan secara gratis,” kata Bambang, Rabu, di Antara.

Fasilitas berbasis PLTS tersebut berada di area Kantor Dinas ESDM Kaltim dan dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya pengemudi ojol, untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti ponsel maupun kendaraan listrik ringan.

Layanan ini beroperasi setiap Jumat hingga Minggu serta pada hari libur nasional, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 Wita.

“Kebijakan ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam mendorong perluasan pemanfaatan energi bersih di tengah masyarakat perkotaan,” ungkap Bambang.

Selain ramah lingkungan, fasilitas ini juga diharapkan memberi manfaat ekonomi langsung, terutama bagi driver ojol yang sangat bergantung pada perangkat ponsel dalam bekerja.

Dorong Transisi Energi Bersih

Bambang menambahkan, Kalimantan Timur memiliki potensi energi matahari yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber listrik mandiri. Selama ini, instalasi panel surya telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi gedung instansi pemerintah.

Namun, saat aktivitas perkantoran berkurang seperti pada akhir pekan atau hari libur, produksi listrik dari PLTS kerap tidak terserap maksimal.

“Membagikan kelebihan daya kepada masyarakat kemudian diputuskan sebagai langkah untuk mengoptimalkan aset energi terbarukan tersebut,” cakap Bambang.

Menurutnya, kebijakan ini memiliki nilai strategis sebagai bentuk insentif nyata bagi masyarakat yang mulai beralih ke energi ramah lingkungan.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya daerah dalam menghadapi potensi krisis energi global, sekaligus mempercepat transisi menuju kemandirian energi berbasis terbarukan.

“Dinas ESDM Kaltim menaruh harapan agar program gratis ini dapat mempercepat transisi provinsi tersebut menuju kemandirian energi terbarukan,” ujarnya.

“Fasilitas publik ini mampu meningkatkan kesadaran warga sekitar untuk segera beralih menggunakan sumber daya yang lebih ramah lingkungan,” demikian Bambang.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait