Begini Kronologi Tragedi Kanjuruhan Versi Polisi

Sumber: tempo.co

Mediaetam.com, Malang – Sabtu, 1 Oktober 2022 usai Laga BRI Liga 1 yaitu Arema FC vs Persebaya Surabaya dengan perolehan skor terakhir 2-3 menyebabkan kanjuruhan berduka. Sampai dengan artikel ini ditulis terdapat 127 orang meninggal dalam tragedi kanjuruhan. Dikonfirmasi oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyatakan bahwa 2  dari 127 korban yang meninggal itu merupakan anggota polisi. Selain itu, ada 180 orang yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

Sumber: tempo.co

Dilansir dari Tempo, berikut ini laporan Satuan Intelkam Polda Jawa Timur menggunakan angka R /LHK – 172 X/2022/INTELKAM :

Bacaan Lainnya
  1. Pukul 21.58 WIB pertandingan selesai, pemain sertaofficial Persebaya Surabaya dari lapangan menuju ke dalam kamar ganti pemain. Dari atas tribun, mereka dilempari Aremania (Suporter Arema FC) menggunakan botol air mineral, air mineral gelas, dan yang lainnya
  2. Pukul 22.00 WIB Aremania mulai turun munuju lapangan dan kemudian menyerang pemain dan official Arema FC. Petugas keamanan berusaha melindungi para pemain dan official Arema FC sampai mereka di kamar ganti.
  3. Selanjutnya aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan brutal. Aparat menembakkan gas air mata ke tribun selatan (11, 12, 13) dan tribun timur (6), setelah aparat memperingatkan aremania namun tidak dihiraukan.
  4. Supoter yang berada ditribun mulai berhamburan keluar melalui pintu sehingga terjadi desak-desakan setelah penembakan gas air mata tersebut.
  5. Para pemain Persebaya Surabaya meninggalkan stadion menggunakan kendaraan Baracuda yang dikawal oleh Pengawal Sat Lantas, Brimob dan TNI. Akan tetapi Aremania menghalanginya.Barier Lantas, Pagar, 2 mobil pribadi anggota polisi dan truk Dalmas Sat Brimob dibakar.
  6. Kendaraan yang membawa rombongan pemain Persebaya terhambat di jalur kanan keluar dikarenakan aremania juga menyerang personil yang mengawal Persebaya.
  7. Petugas keamanan menembakkan gas airmata namun tetap tak bergeming.
  8. Sehingga banyak korban yang mengalami sesak nafas dan lemas namun proses evakuasi terhambat oleh Aremania yang berada di pintu masuk stadion.

Artikel ini sebelumnya telah terbit, dengan judul: ”Eksklusif, Detail Kronologi Tragedi Kanjuruhan Versi Polisi

Editor: Eny Lestiani

Ikuti berita terkini dari Media Etam di Google News, klik di sini.

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan