Kalimantan Timur – Selain persiapan menyongsong Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemprov Kaltim menghadapi tantangan dalam memaksimalkan pemanfaatan berbagai aset yang belum sepenuhnya teroptimalkan. Dalam wawancaranya, Dr. Akmal Malik menegaskan bahwa langkah pertama yang diperlukan adalah keberanian para pemuda.
“Yang penting nyali dulu. Modal belakangan. Bagaimana mengelola sarana prasana Pemerintah Daerah yang belum teroptimalisasi itu. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat, terutama para pemuda atau entrepreneur,” ungkap Dr. Akmal Malik.
Pj Gubernur Kaltim menyampaikan keyakinannya terhadap kreativitas tinggi dan semangat entrepreneur yang dimiliki oleh anak-anak muda Kaltim. Dengan membuka peluang bagi pemuda untuk mengelola aset-aset yang belum dimaksimalkan, Pemprov Kaltim berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi, kita ingin aset-aset yang belum optimal, kita beri ruang kepada pemuda untuk memaksimalkan pemanfaatannya,” tegasnya.
Dr. Akmal Malik juga menekankan pentingnya kerjasama antara pemuda dan pejabat terkait dalam upaya pemanfaatan sarana dan prasarana. Melalui komunikasi yang baik, diharapkan aset-aset tersebut dapat segera dielola dan memberikan manfaat yang maksimal.
Upaya ini sejalan dengan keyakinan Pemprov Kaltim untuk melibatkan pemuda dalam mengelola berbagai potensi daerah. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Amin/Advertorial/Diskominfo Kaltim)








