Samarinda- Festival Mahakam (Fesma) 2023 yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda berjalan lancar dan sukses. Event tahunan ini menampilkan berbagai macam jenis perlombaan dan tampilan tarian khas daerah.
Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin mengungkapkan kegembiraannya atas kesuksesan pelaksanaan Festma ke-22 ini.
“Alhamdulillah hingga penghujung acara dapat berjalan lancar dan banyak perubahan dari tahun sebelumnya, karena melihat antusiasme masyarakat saat ini yang cukup tinggi,” ungkap Muslim kepada wartawan.
Animo masyarakat untuk mengambil bagian dalam event ini sangat tinggi. Maka dari itu, semakin banyak tampilan sanggar tari tradisional khas daerah.
Sanggar Tari Delta Mahakam yang berasal dari Handil, Kelurahan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) turut tampil dan meriahkan Festival ini.
Ketua Sanggar Tari Delta Mahakam, Muhammad Armansyah menyebutkan perlombaan ini mereka ikuti bersama tim. Tujuannya, untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat tentang menjaga warisan budaya Kaltim melalui tari daerah.
Dengan mengusung tema “Pelestarian Burung Enggang,” Armansyah mengaku sanggar tarinya ingin memvisualisasikan pentingnya melestarikan salah satu spesies asli Borneo yang terancam punah ini.
“Konsepnya kita mengambil tema burung enggang karena sudah hampir punah. Jadi kami memperlihatkan tentang pelestarian burung enggang itu sendiri,” jelas Arman sapaan akrabnya.
Melalui Fesma yang tiap tahunnya pemerintah gelar, ia berharap dapat menjadi panggung bagi seniman-seniman lokal. Sehingga mereka bisa memperkenalkan karya-karya mereka. Juga termasuk menampilkan budaya lokal Kaltim.
“Melalui Fesma, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami keberadaan sanggar tari kami. Di Muara Jawa, sanggar tari kami menjadi satu-satunya yang aktif,” ungkapnya. (Iswanto/Adv).
Baca juga: Kemenparekraf Apresiasi Pelaksanaan Fesma 2023 di Samarinda








