Kukar – Lambannya serapan Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Kartanegara (Kukar) 2021, mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Siswo Cahyono. Karena hingga memasuki September ini atau memasuki semester kedua, baru terserap sekitar 45 persen saja. Dari total APBD Kukar tahun 2021 senilai Rp 3,1 triliun.

Meski diketahui Kukar berada di urutan pertama. Diatas sembilan kabupaten dan kota lainnya di Kaltim. Dalam urusan penyerapan realisasi. Tentu sangat disayangkan oleh Siswo terkait kinerja pemerintah yang belum maksimal ini.
“Saya melihat ketidaksiapannya ASN kita yang belum siap dengan aplikasi baru Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD),” ungkap Siswo belum lama ini.
Politisi asal PKB inipun menilai kegagapan SDM yang dimiliki Pemda Kukar dalam penerapan SIPD, dipicu menjadi faktor utama lambatnya serapan anggaran di Kukar yang tidak sampai setengah anggaran.
Padahal sistem baru ini sudah mulai diterapkan saat anggaran disahkan pada awal tahun lalu. Seharusnya ini diantisipasi jauh-jauh hari. Agar kendala seperti ini tidak terjadi.
Untuk itu ia pun menyarankan bahwa Pemda Kukar harus gencar melakukan pelatihan dan sosialisasi secara masif, kepada para ASN yang ada di Kukar. Agar tidak kembali terjadi pada masa yang akan datang. Tidak sekedar melepaskan begitu saja kepada para ASN. Perlu pelatihan dan pendampingan.
“Para OPD ini kan masih awam, mereka malah otodidak, seharusnya ini diberikan pelatihan dan sosialisasi agar nantinya terbiasa,” tutup anggota DPRD Kukar tiga periode tersebut. (Adv)








