Mediaetam.com, Samarinda – Puluhan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kaltim Menggugat (Mahakam) akan menggelar aksi lanjutan menolak perpanjangan masa jabatan presiden, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan pajak pertambahan nilai (PPN).
“Kami rencana aksi dari pagi hari sampai targetan kami terpenuhi. Lokasi aksi di DPRD Kaltim,” kata Korlap II Aliansi Mahakam, Alfonsius Rimba, kepada media ini, Ahad, 10 April 2022.
Alfon menjelaskan, kesepakatan aksi 11 April 2022 merujuk pada konsolidasi yang digelar Aliansi Mahakam beberapa hari terakhir. Wakabid Organisasi DPC GMNI Samarinda ini juga menjelaskan, dari 59 organisasi yang terlibat diprediksi akan menurunkan ratusan massa aksi pada esok hari.

Aliansi Mahakam juga mengkritik wacana penundaan pemilu atau perpanjangan periode masa jabatan presiden. Bagi mereka wacana tersebut menunjukkan nafsu politik dan kepentingan oligarki.
“Sebab tidak ada urgensi yang jelas terkait penundaan tersebut, wacana ini sangat bertentangan dengan konstitusi dan mengkhianati reformasi,” ungkap Alfon.
Alfon menjelaskan, Aliansi Mahakam menegaskan bahwa wacana penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden merupakan bentuk pelanggaran terhadap Konstitusi. Di mana Pasal 22E ayat (1) UUD 1945 telah menegaskan bahwa Pemilu dilakukan lima tahun sekali dan pada Pasal 7 UUD 1945 mengatur bahwa masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden bersifat tetap (fix term) yakni lima tahun dan hanya dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan.
“Penundaan Pemilu berpotensi mencoreng muka bangsa karena ingkar pada komitmen dalam bernegara yang tertuang dalam konstitusi. Selain itu, penundaan Pemilu juga sama artinya menunda regenerasi kepemimpinan yang seharusnya terus berjalan demi menghindari kekuasaan yang terlalu panjang yang berpotensi membuka praktik korupsi,” ungkap dia.
Untuk itu Aliansi Mahakam menyampaikan tiga tuntutan, sebagai berikut:
1.Menolak dan membatalkan kenaikan BBM
2.Menolak dan membatalkan kenaikan PPN
3.Menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan pemilu 2024
“Sikap yang dilakukan Aliansi Mahakam adalah bentuk pengawalan terhadap keputusan yang dinilai abai terhadap rakyat, perjuangan tetap harus konsisten dilanjutkan. Jika perjuangan belum sampai tujuan maka api perjuangan tidak akan pernah padam,” pungkas Alfon. (Redaksi Mediaetam.com)
Editor: Maulana








