TENGGARONG- Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah membuka workshop Tata Kelola Keuangan dan Pembangunan Untuk Pemulihan Ekonomi dan Kemandirian Desa, di Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Senin (21/11/2022)
Kegiatan workshop inisiasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) itu diikuti perwakilan desa – desa dari berbagai Kabupaten/kota se Kaltim.
“Terima kasih kepada kepala perwakilan BPKP wilayah provinsi Kaltim dan jajarannya karena Kukar sudah dijadikan tuan rumah untuk kegiatan workshop ini,” ucapnya.

Bupati mengatakan saat ini Kukar sedang melakukan evaluasi besar – besaran, sudah menyusun strategi pembangunan baik di tingkat kabupaten maupun tingkat desa yang terintegrasi tidak hanya dari prioritas nasional maupun Kaltim, ini sudah diupayakan dan diwujudkan dalam bentuk dokumen dalam hal ini Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang sudah ditetapkan dalam peraturan daerah (perda) nomor : 6 tahun 2021.
“Insyaallah secara dokumen ini terus kita lakukan fasilitasi, lakukan pendampingan sehingga semua dokumen – dokumen perencanaan yang ada di tingkat desa itu dapat terintegrasi dengan baik dengan dokumen yang ada di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Bupati berharap dari workshop tersebut dapat mengubah pola pikir dan budaya kerja, untuk itu workshop semacam ini dapat dilaksanakan secara intens.
“Karena ini narasumbernya lengkap ada dari Bapak, BPKP dari perpajakan, PMD provinsi, semoga workshop ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan, namun yang terpenting itu mengubah pola pikir dan budaya kerja terutama berkaitan dengan regulasi interpretasinya supaya betul – betul kalau bicara tata kelola itu bisa diwujudkan hasilnya juga bermanfaat dengan baik,” harapnya.
Sementara itu Ketua panitia pelaksana Ata Sumirta dalam laporannya menyebutkan workshop dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi dan menginformasikan hasil – hasil pengawasan serta hal – hal lain yang berhubungan dengan pengelolaan dana desa.
Jumlah peserta yang hadir kurang lebih 50 orang, yang semula direncanakan 56 orang dari masing – masing desa perwakilan dari kabupaten/ kota se Kaltim.
“Dapat kami laporkan Pak Bupati semua teman – teman dari kabupaten/ kota yang hadir, di mana dari Pemdes atau yang mewakili kepala PMD ada 11 orang dan Kadis PMD Kukar nanti akan menjadi moderator, kemudian Camat yang hadir kurang lebih 5 orang, dan sisanya dari perangkat desa mulai dari Kepala desa, Petinggi dan anggota Bapak atau PPID, sehingga yang hadir kurang lebih 50 orang,” ujarnya. (Adv)








