Samarinda- Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Dispar Kaltim, Awang Khalik mendorong pelaku musik jazz untuk bisa lebih masif berkarya di Bumi Etam.
Musik jazz merupakan musik tradisional dari Amerika Serikat dan dikembangkan oleh warga Afrika-Amerika pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, merupakan genre yang unik, perpaduan dari musik Eropa dan tradisi Afrika dengan penggemar khusus.
“Untuk mendongkrak pasarnya, mereka harus lebih sering manggung (tampil,red), dan membawakan karya orisinalnya,” seru Awang Khalik.
Awang menyebutkan bahwa, Dispar Kaltim akan siap menyediakan wadah bagi pelaku musik. Baik musik modern maupun musik tradisional.
“Kami siap mewadahi mereka lewat festival musik yang digelar kedepannya. Karena setiap tahun pasti ada festival musik yang kita garap,” terangnya.
Seperti yang sedang berlangsung saat ini. Pemerintah kembali melaksanakan event Maratua Jazz and Dive Fiesta 2023. Ini merupakan event Maratua Jazz and Dive Fiesta yang ke-6.
Event tersebut akan berlangsung selama lima hari. Yakni mulai 22- 26 November 2023. Bertempat di Pantai Bohe Bukut, Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Pulau Maratua.
Tujuan Maratua Jazz and Dive Fiesta 2023 ini bukan hanya sekadar bernyanyi di pinggir pantai. Namun, ada harapan memunculkan efek lain. Yakni, peningkatan pariwisata ke Kabupaten Berau. Serta lebih banyak orang yang mengenal objek wisata di Berau.
(Iswanto/Adv).








