Hutan Kaltim yang Hilang pada 2024 Tak Sampai 1 Persen, tapi Cukup untuk Bikin Rumah buat Semua Warga Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, dan NTB

ILUSTRASI: Deforestasi hutan Kaltim sepanjang 2024, kecil dalam persentase, besar dalam realita. (IST)

Sepanjang tahun 2024, Kaltim kehilangan 36.707,16 hektare. Sebuah angka yang dianggap kecil, tak sampai 1 persen dari total luasan hutan di Bumi Etam. Tapi jika angka itu dikonversi dengan hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, kita akan sadar betapa luasnya hutan yang beralih fungsi tersebut. Misalnya, jika di atas hutan yang hilang itu dibangun rumah subsidi, maka dapat menampung seluruh warga Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, dan NTB!

Jika dihitung, satu hektare setara dengan 10.000 meter persegi. Artinya, sepanjang 2024 Kaltim kehilangan sekitar 367 juta meter persegi kawasan berhutan.

Bayangkan jika lahan seluas itu bukan hutan, melainkan kawasan permukiman. Dengan asumsi satu rumah subsidi tipe 36 berdiri di atas lahan sekitar 25 meter persegi, maka lahan deforestasi tersebut bisa menampung sekitar 14,6 juta unit rumah. Jumlah ini bahkan cukup untuk menyediakan hunian bagi seluruh keluarga di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, dan NTB yang berdasar laporan BPS, gabungan seluruh KK di semua daerah itu kurang lebih 13.628.862. Masih tersisa 1 juta unit untuk orang Jakarta yang mau merantau.

Memang tak semua keluarga bisa tinggal di rumah subsidi, tapi itu cukup menggambarkan betapa luasnya hutan yang hilang bukan?

Konversi Lainnya

Gambaran lain bisa dilihat dari sudut pandang perkebunan. Dalam satu hektare lahan sawit, rata-rata ditanam sekitar 140 pohon sawit. Jika seluruh lahan hutan yang hilang itu ditanami sawit, maka akan tumbuh lebih dari 5 juta pohon sawit. Angka ini setara dengan puluhan perkebunan sawit skala besar yang tersebar di satu provinsi.

Jika dibandingkan dengan aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian warga kota, luasan tersebut juga mencengangkan. Satu sepeda motor membutuhkan ruang parkir sekitar 3,75 meter persegi. Dengan luas ratusan juta meter persegi, kawasan hutan yang hilang di Kaltim sepanjang 2024 itu bisa menampung sekitar 97 juta sepeda motor yang diparkir bersamaan. Hampir setara dengan seluruh populasi sepeda motor di Indonesia.

Meski secara persentase, angka deforestasi tersebut memang tergolong kecil jika dibandingkan dengan luas wilayah Kalimantan Timur yang mencapai 12,69 juta hektare dan kawasan hutan sekitar 8 juta hektare. Namun deforestasi ini terjadi dalam rentang waktu yang singkat dan menyasar kawasan dengan fungsi ekologis penting.

Karena itu, angka 36 ribu hektare bukan sekadar statistik. Ia adalah pengingat bahwa kehilangan hutan, sekecil apa pun secara persentase, tetap memiliki dampak nyata terhadap keseimbangan lingkungan, ketersediaan air, iklim lokal, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Inilah alasan mengapa upaya pengendalian deforestasi dan reforestasi di Kalimantan Timur terus menjadi isu krusial dari tahun ke tahun.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait