Sepanjang 2024, Kaltim Kehilangan 36 Ribu Hektare Hutan, Kutim dan Berau Penyumbang Terbesar

ILUSTRASI: Setiap tahunnya, hutan di Kaltim terus berkurang karena berbagai aktivitas pembukaan lahan. (Auriga Nusantara)

SAMARINDA — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat deforestasi bruto seluas 36.707,16 hektare sepanjang tahun 2024. Meski angkanya relatif kecil dibandingkan luas wilayah dan kawasan hutan, deforestasi masih terjadi di hampir seluruh kabupaten, dengan Kutai Timur dan Berau menjadi penyumbang terbesar.

Berdasarkan peta dan data deforestasi 2024, Kutai Timur menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan deforestasi terluas, disusul Kabupaten Berau dan Kutai Barat.

Kabupaten Kutai Timur mencatat deforestasi paling besar dengan luas mencapai 19.828,80 hektare. Angka ini menempatkan Kutim sebagai wilayah dengan tekanan kehilangan hutan tertinggi di Kaltim sepanjang 2024.

Di posisi kedua, Kabupaten Berau mengalami deforestasi seluas 10.054,44 hektare. Selanjutnya, Kabupaten Kutai Barat berada di peringkat ketiga dengan deforestasi mencapai 3.836,98 hektare.

Sementara itu, Kutai Kartanegara mencatat deforestasi seluas 1.709,03 hektare, disusul Kabupaten Paser sebesar 601,34 hektare, Mahakam Ulu 441,10 hektare, dan Penajam Paser Utara 204,28 hektare. Untuk wilayah kota, Kota Balikpapan mencatat deforestasi paling kecil, yakni 31,19 hektare.

Reforestasi Tekan Angka Deforestasi Netto

Di sisi lain, upaya pemulihan hutan melalui reforestasi juga terus berjalan. Sepanjang 2024, reforestasi di Kaltim tercatat seluas 17.513,17 hektare. Reforestasi terbesar berada di Kutai Timur dengan 8.031,53 hektare, disusul Kutai Barat 3.830,63 hektare, dan Kutai Kartanegara 3.362,54 hektare.

Dengan adanya reforestasi tersebut, deforestasi netto Kaltim pada 2024 tercatat sebesar 19.194 hektare.

Deforestasi bruto merupakan total luas hutan yang hilang dalam satu periode tanpa memperhitungkan penanaman kembali atau pemulihan hutan. Sementara itu, deforestasi netto adalah selisih antara deforestasi bruto dengan luas reforestasi.

Artinya, meskipun hutan yang hilang secara bruto mencapai 36 ribu hektare, sebagian telah dikompensasi melalui reforestasi sehingga angka kehilangan bersih atau netto menjadi lebih kecil.

Tutupan Hutan Kaltim Masih Relatif Terjaga

Berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 397 Tahun 2025, luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur mencapai sekitar 12,69 juta hektare, dengan kawasan hutan sekitar 8 juta hektare. Data Kementerian Kehutanan tahun 2024 juga menunjukkan tutupan lahan berhutan di Kaltim masih mencapai 7,88 juta hektare atau sekitar 62 persen dari total luas wilayah.

Dengan deforestasi netto sekitar 0,15–0,35 persen, angka kehilangan hutan di Kaltim dinilai masih relatif kecil dibandingkan luas wilayah dan kawasan hutannya.

“Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Timur masih tertutup hutan, serta upaya pengelolaan dan pemulihan hutan melalui reforestasi terus berjalan untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam,” ungkap Juru Bicara Pemprov Kaltim, Muhammad Faisal.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa isu deforestasi tetap menjadi perhatian bersama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen pada pelestarian hutan dan pengurangan emisi karbon, salah satunya melalui keberhasilan Kaltim dalam program Forest Carbon Partnership Facility–Carbon Fund (FCPF-CF) yang difasilitasi Bank Dunia.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait