Mediaetam.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay berpendapat mengenai pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) tentang perpanjangan masa jabatan presiden dapat saja menjatuhkan Presiden Jokowi.
Pernyataan Bamsoet yang dimaksud adalah pernyataan mengenai pendapat bamsoet supaya memikirkan ulang pelaksanaan pemilu 2024.
Awalnya, Hadar menanggapi pernyataan Bamsoet tentang hasil survei Poltracking Indonesia yang memperoleh 73,2 persen publik puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi – Ma’ruf.
“Tapi kan tidak otomatis bahwa itu mau diperpanjang, itu tidak mau ada pemilu dan sebagainya. Itu kan pertanyaan tidak ke sana,” tutur Hadar ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2022).
Hadar secara tegas mengatakan saat membaca hasil survei harus memiliki kejelian.
“Kadang-kadang pertanyaan A tapi sering diartikan B. Atau mereka juga tidak punya motif yang sebetulnya mendidik. Motor politiknya juga lebih banyak termasuk data hasil survei. Itu bisa dipelintir,” ucapnya.
Dia berasumsi jika pada survei itu juga tidak ada pertanyaan apakah masyarakat setuju jika Pemilu jangan dilakukan karena dananya terlalu tinggi.
Hadar kemudian menanggapi Bamsoet memiliki motif politik ingin menjatuhkan Presiden Jokowi pada pernyataannya tersebut.
“Nah jadi menurut saya keliru membaca survei ini. Malah saya khawatir jangan-jangan ini dia punya motif politik sendiri untuk menunjukkan bahwa ini merupakan motif yang penting dan ini ada data, kemudian saya gunakan data yang dipelintir, bisa begitu juga kan,” katanya.
“Atau beliau termasuk bermotif politik tapi dalam rangka menjatuhkan Pak Jokowi, kan bisa begitu juga, tidak harus dia mendukung Jokowi loh,” Hadar menambahkan.
Alasannya, Presiden Jokowi telah beberapa kali mengatakan tidak memiliki niat agar masa jabatannya diperpanjang.
“Karena kalau kita percaya Pak Jokowi memang sudah capek mengatakan saya tidak berminat dan dia juga pernah bilang,” katanya.
Berikut ini yang menjadi dasar pemikiran Bamsoet
Sebelumnya, Bamsoet memberikan saran kepada semua pihak agar dapat berfikir ulang terkait pelaksanaan Pemilu 2024 dengan mengetahui potensi ketidakpastian sosial. Hal tersebut juga menimbulkan isu tentang perpanjangan masa jabatan presiden.
Dia berpendapat berdasarkan hasil survei menyatakan jika tingkat kepuasan publik di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) -Ma’ruf Amin saat ini meningkat seperti data dari hasil survei Poltracking Indonesia November 2022.
Terdapat 73,2 persen responden survei Poltracking yang menyatakan kepuasan mereka pada kinerja pemerintah Jokowi – Ma’ruf Amin.
“Apakah ini berkorelasi dengan keinginan publik untuk terus Presiden Jokowi ini memimpin semua?” tutur Bamsoet.
Dia juga menyinggung terkait suhu politik yang kurang baik. Hal ini juga menjadi alasan kenapa Pemilu 2024 harus dipikirkan ulang.
“Tentu kita juga mesti menghitung kembali, karena kita tahu bahwa penyelenggaraan pemilu selalu berpotensi memanaskan suhu politik nasional, baik menjelang, selama, hingga pasca penyelenggaraan pemilu,” tutur Bamsoet.
Sumber : Pernyataan Bamsoet soal Penundaan Pemilu 2024 Dinilai Bisa Jerumuskan Jokowi
Editor : Eny Lestiani








