Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sangat mendukung program kerja pengembangan pembangunan ekonomi yang berbasis pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Hal tersebut dikatakan Asisten II Wiyono, membacakan sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah pada acara pembukaan Workshop Pengembangan kabupaten/kota (Kata) Kreatif, di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Minggu (24/07/22).
Dikatakan Wiyono Pemkab Kukar juga menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Dan Pemerintah Provinsi Kaltim yang sudah membina dan mendampingi Pemerintah Kabupaten Kukar hingga menjadi salah satu bagian dari Kabupatan kreatif di Indonesia. Dalam rumusan kebijakan dan perencanaan serta pelaksanaan pembangunan didaerah , selalu memperhatikan, melibatkan dan mendukung partisipasi aktif dan komunitas pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Pemkab Kukar menetapkan serta memfasilitasi pekan kreatif daerah minimal pertiga bulan sekali yang digunakan sebagai ajang untuk karya bagi seluruh insan kreatif di Kukar.
Pekan kreatif menampilkan pruduk 17 sub-sektor kreatif berdasarkan potensi wilayah masing-masing kecamatan.
Diharapkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat terus ditingkatkan demi terwujudnya pencapaian tujuan pembangunan di daerah, di mana membutuhkan kerja keras dan konsisten guna mencapai target, selain itu harus mampu berinovasi merespons setiap perubahan yang terjadi.
Sementara Koordinator Klaster Ekonomi Kreatif Kemenparekraf RI Elizabeth Tioria Gurning mengatakan workshop di Kabupaten Kukar adalah yang ke 23, perjuangan Kabupaten Kukar menjadi Kata kreatif hingga akhirnya bisa masuk 10 penetapan Kata Kretaif di tahun 2019 dan sekarang sudah ada 21 kata kreatif.
“Sekarang Kukar sudah mulai ngetop ya, karena adanya IKN dan mulai banyak yang melirik ke Kukar. Untuk itu pelaku Ekraf harus siap dengan tantangan di depan dengan adanya IKN ini, harus semakin kreatif, harus semakin terdepan dan harus kece dari sekarang. Saya dengar sekarang Ekraf sudah sampai di kecamatan, ini pencapaian luar biasa, apa yang sudah dilakukan tidak putus di sini tapi terus berjalan, terus bergerak untuk memajukan Kabupaten Kukar,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata Elizabet, dengan membuat Marketplace dan Website untuk mencatumkan pelaku Ekraf, agar daerah lain kenal yang namanya Kukar.
Dia juga mempersilahkan kepada komunitas ekonomi kreatif Kukar untuk bertanya segala hal tentang seni pertunjukan dan film, animasi dan dunia peran kepada pemateri yaitu Sutradara dan kreatif konseptor pada pagelaran harmoni kreatif Indonesia di Jakarta, Coco Night II di Davos Swiss, remarkable Indonesia di London United Kingdom serta sutradara wanita pertama Indonesia yang mempertontonkan karyanya di Lincoln Center yaitu Mhyajo. (Adv)








