Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah melalui pola gotong royong yang lebih terstruktur dan terjadwal.
Strategi ini dinilai efektif untuk mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada anggaran pemerintah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa gotong royong bukan hanya warisan budaya, melainkan bentuk kontribusi riil masyarakat dalam mendukung pembangunan.
“Ketika kegiatan gotong royong dijadwalkan rutin di tingkat RT atau desa, maka hasilnya dapat dilaporkan dan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan,” jelasnya, Sabtu (10/5/2025).
Ia mencontohkan bahwa pekerjaan seperti pembersihan saluran air bisa dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya untuk tenaga kerja.
“Partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga tetap bernilai, meskipun tidak dibayar secara langsung. Ini adalah wujud keterlibatan yang patut dihargai,” ujarnya.
Bentuk kontribusi lain juga bisa berupa konsumsi atau bahan bangunan. Arianto menekankan pentingnya peran pengurus RT dalam mendokumentasikan segala bentuk partisipasi warga.
“Apapun yang disumbangkan masyarakat baik makanan maupun material harus dicatat sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan,” tambahnya.
Dengan pendekatan ini, proses pembangunan menjadi lebih partisipatif, melibatkan seluruh elemen warga, dan menciptakan rasa memiliki yang lebih kuat terhadap hasil pembangunan.
“Gotong royong yang terorganisir memungkinkan efisiensi anggaran sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan di lingkungannya,” tutupnya.








