Kukar Kreatif, Program untuk Pemuda Berkreasi

Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar David Haka. [Ist]

TENGGARONG – Salah satu misi dalam kepemimpinan Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin yang ke 5 yakni Memperkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus dilaksanakan.

Dalam misi ini Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) membuat program Kukar Kreatif Idaman, yang merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dalam membangkitkan perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Program Kukar Kreatif Idaman ini ditujukan untuk pemuda-pemuda di Kukar berkreasi. Kuncinya nanti di gedung Kekraf yang saat ini sedang dibangun. Dan diharapkan semua komunitas di Kukar dan tidak menutup kemungkinan sekitar Kukar untuk saling sharing,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Slamet Hadiraharjo, Jum’at, beberapa waktu lalu.

Slamet mengatakan, di era industri 4.0 saat ini, Ekonomi Kreatif (Ekraf) adalah salah satu sektor perekonomian yang menggunakan ide dan pengetahuan berkonsep kreativitas yang tergolong unik, inovatif dan baru dengan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pendorong utamanya.

“Sektor Ekraf telah terbukti dalam memajukan perekonomian masyarakat, sehingga menjadi fokus pemerintah pusat dalam membentuk Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Di tingkat daerah khususnya Pemkab Kukar memiliki perhatian khusus pada sektor ini dengan adanya Kukar Kreatif Idaman, ” tuturnya.

Pelantikan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) Kecamatan Muara Badak. [Dok. Kekraf Muara Badak]
Kedepan lanjut Slamet, sesuai keinginan Bupati dan Wakil Bupati, setiap ide atau inovasi para kawula muda akan ditampung pihaknya melalui Gedung Kekraf dalam hal berkreasi yang sesuai dengan kemampuan mereka.

“Baik itu seni gambar, film dan lainnya dalam subsektor Ekraf, kami di Dispar memberi hak leluasa bagi mereka untuk tampil di gedung Kekraf, ” tambahnya.

Slamet mengaku, Ekonomi kreatif di Kukar telah terbukti kesuksesannya. Salah satunya adalah saat Kukar memenangkan peringkat kedua di seluruh Indonesia sebagai Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Fungsional. Bahkan Kukar menjadi studi banding daerah lain.

“Salah satu bentuk komitmen lain adalah pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) tingkat kecamatan di seluruh Kukar. Terakhir, telah dikukuhkan Kekraf Muara Badak. Dalam waktu dekat akan ada Kecamatan Kota Bangun dan Samboja yang nanti menyusul. Jadi nanti ada revitalisasi tempat untuk gedung Kekraf kecamatan. Yang belum final saat ini penunjukkan tempatnya, karena ada syarat yang harus dipenuhi. Legalitas tanah dan bangunannya harus milik pemerintah,”jelas Slamet.

Ia menambahkan, pembentukan Komite Ekonomi Kreatif ini diserahkan langsung kepada masing-masing komunitas yang ingin membangun Kekraf. Dan kami tidak memaksakan kesiapan mereka, harus langsung dari inisiatif masing-masing.

“Jadi kita kembalikan ke mereka, kalau siap mereka sudah menyusun struktur posisi dalam Kekraf, beserta menyiapkan tempat untuk komunitasnya. Seperti untuk event, para komunitas ini jika berkumpul bisa mendapatkan ide-ide untuk event baru yang diciptakan kawan-kawan kecamatan. Saya berharap, tahun depan Komite Ekonomi Kreatif ini sudah terbentuk di seluruh kecamatan di Kukar, ” harapnya. (ADV)

Bagikan:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan