SAMARINDA — Mas’ud Rifai secara resmi dilantik sebagai kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Ia menggantikan peran Yusniar Juliana yang akan bergeser ke BPS Banten, setelah menakhodai BPS Kaltim sejak 2022.
Serah terima jabatan antara Yusniar Juliana dan Mas’ud Rifai berlangsung dalam acara resmi di kantor BPS Kaltim, Jalan Kemakmuran, Samarinda, pada 29 Januari 2026. Yusniar dinilai berhasil menjaga komitmen kelembagaan dalam penyajian data statistik yang andal selama empat tahun terakhir.
Mas’ud Rifai, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BPS Provinsi Kalimantan Utara, resmi memegang amanah baru di Kalimantan Timur. Sebelum di Kalimantan Utara, ia sempat bertugas sebagai Statistisi Ahli Madya di BPS Provinsi Lampung — menandai perjalanan panjang kariernya di lingkungan statistik nasional.
Dalam sambutannya usai pelantikan, Rifai menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas penyediaan data statistik yang akurat, mutakhir, dan relevan. Ia menyebut bahwa iklim kerja dan semangat inovasi di BPS Kaltim menjadi modal utama dalam mendukung tugas-tugas perstatistikan di daerah.
Kaltim Lebih Menantang
Rifai mengakui tantangan di Kalimantan Timur berbeda skala dibandingkan pengalaman sebelumnya di Kalimantan Utara. Untuk itu, ia menekankan pentingnya adaptasi cepat serta sinergi yang kuat dengan seluruh jajaran di BPS Kaltim.
“Dengan dukungan sumber daya yang ada serta prinsip kerja continuous improvement, saya optimistis BPS Kaltim akan semakin kuat dan mampu mendukung kebijakan pemerintah daerah dengan data yang akurat dan relevan,” ujarnya tegas, mengutip dari laman resmi pemprov.
Mas’ud Rifai mengisyaratkan bahwa BPS Kaltim akan fokus pada sejumlah agenda besar statistik nasional dan regional tahun ini, di antaranya: Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Inklusivitas Keuangan, dan Sensus Ekonomi 2026
Agenda tersebut dipandang penting sebagai basis data utama yang mendukung perencanaan dan kebijakan publik di wilayah Kalimantan Timur.
Redaksi Media Etam








