Salah satu momen berwisata yang tak bisa banyak orang dapat adalah menyaksikan penyu bertelur. Namun, para wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Derawan, punya kesempatan ini.
BIASANYA mereka yang ikut penyedia jasa trip di Kepulauan Derawan, akan menginap di Pulau Derawan. Tiap Juni hingga akhir tahun, wisatawan punya kesempatan melihat penyu bertelur. Sebab, Juni hingga akhir tahun adalah musim penyu bertelur.
Untuk bisa melihat penyu bertelur kuncinya memang sabar dan sedikit keberuntungan. Alih-alih berdiam dan main gadget di penginapan, cobalah berjalan menyusuri Pulau Derawan. Pulau ini tak besar. Sehingga, jalan kaki saja sudah bisa mengitari pesisir pulau ini.
Usai makan malam, bisa mulai berjalan dari Pelabuhan Derawan, hingga ke pantai yang dekat dengan monumen ikon Derawan. Sambil bersantai dan menikmati cahaya bulan.
Jika beruntung, di perjalanan itu akan mendengar suara atau melihat sesuatu menggali pasir. Jika menemukan ini, matikan cahaya, dan tenang. Biarkan penyu membuat sarang untuk telur mereka. Selalu jaga jarak.
Kalau penyu buat sarang, tidak boleh diganggu atau mendekat. Mereka sensitif pada momen membuat sarang ini.
“Bisa satu sampai dua jam dia gali pasir buat sarangnya itu,” kata Ahmad, warga Pulau Derawan yang sempat terlibat upaya konservasi penyu secara swadaya dengan kakeknya.
Penyu baru bisa didekati ketika dia sudah mengeluarkan telurnya. Tetapi, tidak boleh mengambil telur penyu. Sebab, Upaya konservasi penyu itu sudah dipayungi hukum yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. Masyarakat tak boleh mengonsumsi telur penyu. Supaya, telur-telur ini bisa menjelma jadi tukik dan menjadi penyu dewasa, lalu hidup lestari. (Ofy/Advertorial)








