Berau – Pulau ini, tidak hanya punya keindahan pemandangan alamnya. Tetapi, di tempat ini, penyu bisa bertelur dengan nyaman. Sebab, telur-telur mereka diupayakan aman dan bisa menjelma jadi tukik di Pulau Sangalaki.
Nama pulau ini adalah Sangalaki. Pulau ini masuk dalam gugusan Kepulauan Derawan. Ketika musim Penyu bertelur, ratusan telur bisa petugas temukan. Telur penyu tidak akan dibiarkan. Petugas akan menilai. Apakah telur itu mesti dievakuasi atau tidak. Jika lokasi bertelur dirasa aman, petugas akan mengawasi saja.
Tetapi jika tidak, petugas akan memindahkannya ke tempat penangkaran yang sudah disiapkan. Faktor yang menyebabkan apakah tempat itu aman atau tidak, bisa dari lokasi kena pasang surut air laut, ancaman hewan predator, atau risiko manusia yang ingin mencuri telur penyu.
Selama dua bulan, biasanya telur ditanam. Hingga tukik menetas sendiri dan naik ke permukaan. Di dalam areal penangkaran telur itu, bisa menampung hingga 30-an sarang. Satu sarang, bisa diisi telur sekitar seratusan. Usai naik ke permukaan, biasanya tukik dikumpulkan dahulu di bak yang ada di Taman Wisata Alam (TWA) Sangalaki tersebut. Sebelum akhirnya mereka dilepasliarkan.
“Telur ke tukik 80 persen. Kalau tukik yang bisa besar jadi penyu, seribu banding satu,” jelas petugas di Pulau Sangalaki, ketika ditanya kemungkinan hidup sebuah telur sejak dikeluarkan induknya.
Mengunjungi Tukik Pulau Sangalaki juga menjadi wisata edukasi untuk melestarikan penyu. Sebab, meskipun ada ratusan telur yang dari seekor penyu dan menjelma jadi tukik. Tak semua bisa hidup sampai dewasa. Ancaman kehidupan, dari predator hingga aktivitas manusia, jadi sebab hewan ini tak banyak yang bertahan. (Ofy/Advertorial)








