TENGGARONG – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara (Diskop UKM Kukar) kembali menghadirkan gebrakan baru lewat gelaran Pekan Pesta Rasa 2025. Event ini hadir sebagai penyegaran dari Gebyar UMKM yang setiap tahun dinantikan, namun kali ini dibalut dengan konsep yang jauh lebih kreatif dan menggugah selera.
Kepala Bidang Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, menyebut Pesta Rasa merupakan bagian dari agenda tahunan, hanya saja dikemas dengan pendekatan berbeda agar lebih menarik perhatian masyarakat.
“Event Pekan Pesta Rasa tahun 2025 ini sebenarnya masih rangkaian event tahunan. Dulu dikenal sebagai Gebyar UMKM, tapi tahun ini kami kemas berbeda dengan nama dan konsep baru,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan konsep ini bertujuan memperluas cara Kukar memperkenalkan potensi daerah, bukan hanya lewat wisata alam, tetapi juga melalui kekayaan cita rasa khas lokal.
“Kita ingin menjual Kutai Kartanegara bukan hanya sebagai destinasi wisata tempat, tapi juga destinasi wisata lidah. Jadi orang datang ke sini bisa menikmati rasa khas dari daerah kita,” jelas Fathul.
Pekan Pesta Rasa tak hanya menyajikan stan kuliner, namun juga menghadirkan berbagai workshop hingga lomba memasak berbahan dasar produk pertanian lokal. Tahun ini, dua komoditas yang disorot adalah labu kuning dan ubi rambat, yang produksinya cukup melimpah di Kukar.
“Ada dua bahan yang kita angkat, yaitu labu kuning dan ubi rambat. Komoditas ini produksinya paling besar di Kukar, sehingga kita lombakan agar lebih bernilai,” katanya.
Launching Program Baru
Fathul menegaskan, lomba masak tersebut juga bertujuan mendorong hilirisasi hasil pertanian daerah, agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.
“Supaya labu kuning dan ubi rambat tidak sekadar dijual mentah, tapi bisa diolah jadi makanan oleh-oleh khas dan punya nilai tambah yang lebih tinggi,” tegasnya.
Di sela acara, Diskop UKM Kukar juga meresmikan program baru bertajuk “Jadi Pengusaha”, yakni program pendampingan bagi calon pelaku usaha baru yang ingin memulai bisnis di Kukar.
“Program Jadi Pengusaha ini sederhananya seperti inkubasi bisnis,” ujar Fathul.
Melalui program ini, peserta akan mendapat pendampingan dari proses menentukan jenis usaha, membangun bisnis, hingga pengurusan legalitas.
“Kami membuka program untuk mendampingi calon wirausaha, mulai dari memilih usaha yang tepat, membangun usaha dengan baik, sampai legalitas dan benar-benar terjun sebagai pengusaha,” jelasnya.
Ia menggambarkan proses pendampingan tersebut layaknya telur yang menetas melalui inkubasi.
“Mirip proses menetaskan telur. Kita rawat sampai benar-benar siap lahir menjadi pengusaha,” tambahnya.
Fathul berharap program ini dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru di Kukar.
“Harapannya tentu bisa mencetak banyak wirausaha baru di Kukar,” tutupnya. (Nur/Adv/Prokom Kukar)








