Pembukaan Kembali Jembatan Mahkota II, Penjelasan Teknis hingga Berganti Nama

Mediaetam.com, Samarinda – Jembatan Mahkota II kembali dibuka, Kamis (10/6/2021).

Wali Kota Samarinda Andi Harun membuka secara resmi, usai penutupan sejak kejadian longsor di sekitar jembatan, 25 April lalu.

Selain akses jembatan yang bisa kembali digunakan, pada kesempatan ini juga Andi Harun mengumumkan pergantian nama jembatan yang sebelumnya bernama Jembatan Mahkota II diganti menjadi Jembatan Achmad Amins.

Wali Kota Samarinda Andi Harun saat membuka kembali Jembatan Mahkota II yang telah berganti nama menjadi Jembatan Achmad Amins [Mediaetam.com/Istimewa]

Perubahan nama jembatan ini dijelaskan Andi Harun karena, almarhum Ahmad Amins lah yang mencetuskan pendirian jembatan yang menghubungkan dua kecamatan di Samarinda ini.

“Jadi pak Achmad Amins adalah mantan Wali Kota Samarinda yang mencetuskan ide untuk mewujudkan jembatan ini, sehingga sangat beralasan untuk kita dedikasikan nama pak Achmad Amins sebagai nama jembatan,” ucap Andi Harun.

Sebelumnya Pada Rabu 9 Juni 2021 Andi Harun telah menandatangani surat untuk membuka Jembatan secara terbatas. Untuk pembukaan total, baru dapat dilakukan setelah instansi terkait melakukan pekerjaan di sekitar daerah pylon 7.

Untuk kondisi Jembatan, Andi Harun menyatakan dari hasil pengukuran teknis baik pilar kabel atas maupun bawah, serta pengukuran retak, disimpulkan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR Jenderal Bina Marga, bahwa kondisi Jembatan masih dalam keadaan aman.

“Saat ini ada pembatasan karena kita masih melakukan monitoring deformasi secara berkala, selesai dikerjakan barulah kita buka untuk semua jenis kendaraan,” ucap dia.

Sementara itu, untuk pembuatan pengamanan termasuk perawatan tahap pertama Jembatan, disebut Andi Harun diperkirakan akan memakan biaya sekira Rp 50 miliar.

“Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan PUPR Provinsi Kaltim kemudian Kementrian PUPR agar kita bersinergi untuk mengalokasikan anggaran perawatan Jembatan,” imbuhnya.

Kemudian Andi Harun menambahkan mengenai pengamanan dan pengawasan jembatan, pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Polresta Samarinda terkait jenis kendaraan yang dibolehkan untuk melewati jembatan.

“Yang diperbolehkan hanya kendaraan roda dua dan roda empat pribadi saja. Pengecualian untuk mobil Ambulans, roda 3 untuk sampah, dan Pemadam Kebakaran,” tegas dia.

Ditambahkan Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Herwan, bahwa jembatan akan di monitor terus oleh tim dari Kementerian PUPR Samarinda.

“Jadi untuk bisa dibuka semuanya tetap menunggu rekomendasi selanjutnya. Apakah dibuka total, atau terbatas kita masih tunggu,” ujarnya.

Sementara terkait penjagaan, Herwan menjelaskan Jembatan akan dijaga secara taktis dan dinamis. Di samping penjagaan manusia, barier dari Dishub akan disusun khusus untuk roda dua dan roda empat saja yang bisa melintas.

“Sanksi tegas jika ada truk yang melanggar. Kalau untuk penindakan tegas, ada di kepolisian. Ditilang. Kita sampaikan tadi, kalau ada pelanggaran kita dokumentasi foto baru kita laporkan,” ucap dia.

Sementara itu, Tara salah satu warga Palaran yang selalu menggunakan akses jembatan merasa senang dengan kembali dibukanya jembatan ini.

“Saya sangat bersyukur dengan jembatan yang kembali di buka, jadi saya bisa motong jalan tidak perlu lagi berputar melewati Jembatan Mahakam untuk ke Kota,” tutup dia. (Adv/Idham)

Share:

About The Author