Pemkab Kukar Dorong Rehabilitasi Humanis Warga Binaan, Wujud Nyata Program Kukar Idaman Terbaik

Penandatanganan perjanjian kerjasama lembaga pemasyarakatan kelas II A Tenggarong,(15/10/25). (Kukar paper)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem pembinaan dan rehabilitasi bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkab Kukar memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah, dunia pendidikan, lembaga sosial, dan sektor swasta dalam menciptakan peluang baru bagi para warga binaan agar dapat kembali berdaya di tengah masyarakat.

Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas II Tenggarong dengan sejumlah mitra strategis di Pendopo Odah Etam, Senin (15/10/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Pemkab dalam mendukung pelaksanaan 17 Program Prioritas Kukar Idaman Terbaik, yang diusung oleh Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.

Bacaan Lainnya

Napi yang Bebas Harus Berdaya Saing

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menuturkan bahwa kerja sama ini tidak hanya sebatas pembinaan, tetapi juga bagian dari upaya pemulihan sosial dan ekonomi warga binaan. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa mereka yang telah menjalani masa hukuman tetap mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan berkontribusi positif setelah bebas.

“Kolaborasi ini adalah bentuk kepedulian kita bersama agar warga binaan bisa tumbuh, berdaya, dan kembali menjadi bagian produktif dalam masyarakat,” ucapnya.

Dalam kerja sama ini, berbagai pihak terlibat aktif, antara lain Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Dispora Kukar, RSUD AM Parikesit, Bank BRI Cabang Tenggarong, Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat Kalimantan Timur, PKBM Puspa Wijaya, Yayasan Sekata, Fakultas Pertanian Unikarta, PT STBJ, hingga sejumlah psikolog profesional.

Beragam kegiatan telah disiapkan untuk memperkuat pembinaan, mulai dari pelatihan agribisnis dan peternakan, pembinaan olahraga, hingga layanan kesehatan dan pendampingan psikologis bagi warga binaan. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, dan membuka jalan bagi kemandirian ekonomi setelah bebas.

Memungkinkan Jadi Vendor MBG

Sunggono berharap kolaborasi ini juga dapat memperkuat literasi keuangan dan akses permodalan bagi warga binaan yang akan kembali ke masyarakat.

“Kita ingin Bank BRI hadir memberikan pelatihan manajemen keuangan dan peluang usaha mikro agar mereka bisa benar-benar mandiri,” jelasnya.

Selain itu, kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) diharapkan dapat memberikan transfer teknologi dan pendampingan akademik bagi warga binaan yang mengikuti pelatihan pertanian dan peternakan.

Tak hanya berhenti di situ, Sunggono juga menyebut peluang kemitraan antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan lembaga pemasyarakatan. Warga binaan berpotensi ikut serta dalam penyediaan bahan pangan lokal untuk mendukung program MBG dan MBG Plus yang tengah disiapkan bagi balita dan lansia.

Wujud Nyata Kukar Idaman Terbaik

Kegiatan ini pun sejalan dengan semangat Program “Kukar Inovatif dan Berdaya Saing” bukanlah program tunggal, melainkan hasil penyempurnaan dari visi Kukar Idaman sebelumnya yang kini berkembang menjadi Kukar Idaman Terbaik. Semangat inovasi dan daya saing ini diwujudkan dalam berbagai sektor, termasuk pembinaan warga binaan agar mereka memiliki keterampilan dan mental wirausaha.

Di sisi lain, kegiatan ini juga berkaitan erat dengan Program “Kukar Peduli dan Berkeadilan”, yang merupakan bagian dari 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik. Program tersebut berfokus pada pemerataan pelayanan dasar serta perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi mereka yang pernah berhadapan dengan hukum.

“Semua ini adalah bentuk nyata keadilan sosial. Kami ingin memastikan bahwa warga binaan juga mendapat ruang untuk berkembang, bukan dijauhi. Mereka tetap manusia yang punya potensi dan hak untuk bangkit,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak warga binaan yang bebas, tetapi seberapa banyak dari mereka yang berhasil pulih, mandiri, dan berkontribusi positif bagi Kukar.

“Inilah makna sesungguhnya dari Kukar Idaman Terbaik pemerintahan yang peduli, inovatif, dan berkeadilan,” tutupnya. (Nur/Adv/Prokom Kukar)

Bagikan:

Pos terkait