Pengamat Jelaskan Alasan Mengapa Elektabilitas Anies Masih Stagnan di Bawah Ganjar dan Prabowo

Anies Baswedan menyampaikan sambutan saat tiba di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (2/3/2023). Kunjungan Anies Baswedan untuk memperkenalkan dirinya kepada Majelis Tinggi Partai. (Liputan6.com)

 

Mediaetam.com, Jakarta  –  Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (IndoStrategic), Ahmad Khoirul Umam menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menyebutkan elektabilitas bakal calon presiden (Capres) Anies Baswedan masih stagnan di Bawah dua bacapres lain, yaitu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Liputan6.com menurut Umam, hal itu disebabkan oleh dua faktor. Pertama soal belum jelasnya positioning Anies dalam menarasikan konsep perubahan yang selama ini diusungnya.

“Belakangan Anies sudah mulai menunjukkan sikap kritisnya, seiring dengan posisi NasDem yang semakin terdesak di pemerintahan. Karena itu, Anies perlu kerja lebih keras dengan menjelaskan poin-poin perubahan apa yang membedakannya dari Capres lain yang mewakili narasi keberlanjutan,” kata Umam dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/5/2023).

Kedua, Menurut Umam, belum kompetitifnya elektabilitas Anies disebabkan oleh belum adanya keberanian untuk segera mendeklarasikan pasangan Bacawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2024 mendatang.

“Anies tampak menunda-nunda deklarasi, karena menunggu sinyal dari NasDem. Sementara, NasDem tidak kunjung memberikan sinyal deklarasi pasangan Capres-Cawapres, karena menunggu kepastian Golkar untuk bergabung,” ucapnya.

Umam menilai, rencana masuknya Golkar ke koalisi perubahan semakin logis, karena Golkar adalah “Ibu Kandung” NasDem, dan pertemuan Golkar-Nasdem akan mempertemukan nama-nama besar seperti JK, Surya Paloh dan Luhut Binsar Pandjaitan.

“Menurut sejumlah informasi spekulatif, masuknya Golkar ke koalisi perubahan akan menunggu kepastian proposalnya sebagai Cawapres Prabowo diterima atau tidak,” ujar Umam.

Kendati demikian, Umam melihat ada kendala bagi Golkar untuk bergabung dengan koalisi perubahan, salah satunya Golkar tidak ingin disingkirkan dari koalisi pemerintahan seperti halnya NasDem.

“Golkar juga tak kunjung bergabung karena takut “digebug” oleh kekuasaan, apalagi celah kerentanan hukum figur Airlangga dinilai tergolong tinggi,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Mengapa Elektabilitas Anies Masih Stagnan di Bawah Ganjar dan Prabowo? Begini Analisis Pengamat

Editor : Muhammad Amin Khizbullah

Bagikan:

Pos terkait