SAMARINDA – Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim (Sekdaprov) Kaltim, Sri Wahyuni memaparkan Kaltim kembali menerima dana karbon dari Bank Dunia, ditambah dana bagi hasil (DBH) Kelapa Sawit.
Bahkan, kapasitas pendapatan (fiskal) Kaltim pun melebihi dana transfer. Belum lagi pembangunan IKN, juga masih terus digenjot pemerintah.
“Dengan berbagai prestasi dan keistimewaan itu menjadikan Provinsi Kaltim sebagai pusat peradaban baru. Pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur,” ucap Sekda Sri Wahyuni melansir dari unggahan Pemprov Kaltim.
Sebagai langkah maju menuju sentra pertumbuhan ekonomi, menurut dia, Kaltim sudah menyiapkan strategi desain besar transformasi ekonomi dan energi.
Kedepannya, semakin berkurang ketergantungan daerah dari eksploitasi sumber daya alam yang tidak terbarukan.
Dimana, transformasi ekonomi diperkuat dengan program hilirisasi industri dan menyiapkan pasar-pasar baru bagi UMKM.
“Bahkan, desainnya bisa bekerjasama dengan lembaga internasional,” pungkasnya. (Bon/redaksi)








