Wabup Rendi Tinjau Perbaikan Longsor di Jalur Dua Tenggarong–Samarinda, Target Rampung Desember

Wabup Rendi Solihin meninjau jalan longsor bersama OPD terkait, Rabu (5/11/25). (Kukar Paper)

TENGGARONG – Pagi yang cerah di awal November menjadi momen penting bagi Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin. Bersama rombongan, ia meninjau langsung progres perbaikan titik longsor di jalur dua Tenggarong–Samarinda yang sempat mengalami kerusakan beberapa waktu lalu.

“Pagi ini kami berada di jalur dua Tenggarong–Samarinda, meninjau beberapa progres pembangunan titik longsor yang kemarin sempat terdampak,” ujar Rendi Solihin saat ditemui di lokasi, Rabu (5/11/2025).

Bacaan Lainnya

Peninjauan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga bentuk komitmen Pemkab Kukar dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana. Dalam laporannya, Rendi menyebut progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 69 persen.

“Alhamdulillah, progresnya sudah cukup baik. Hingga hari ini capaian pekerjaannya berada di angka 69%, dan insyaallah ditargetkan selesai pada 10 Desember, sesuai batas kontrak yang telah ditetapkan,” bebernya optimistis.

Pemkab Kukar menaruh perhatian besar pada kondisi infrastruktur jalan, terutama jalur penghubung antarwilayah seperti Tenggarong–Samarinda. Pasalnya, ruas ini menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga kegiatan ekonomi daerah.

“Jalan ini sangat strategis karena menjadi penghubung utama. Kalau jalurnya terganggu, otomatis aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut terdampak. Itu sebabnya kami ingin memastikan penanganan longsor ini tuntas tepat waktu,” ungkap Rendi.

Kondisi Alam

Terkait penyebab longsor di ruas Jalan AP Mangkunegara, Rendi menjelaskan bahwa kondisi alam menjadi faktor utama. Curah hujan yang tinggi dan kontur tanah yang labil di wilayah Kalimantan membuat struktur jalan rentan terhadap pergeseran tanah dan erosi.

“Faktor utamanya adalah gerusan air dan kondisi tanah yang labil. Di Kalimantan, karakter tanahnya memang berbeda dengan daerah lain, jadi perlu penanganan khusus agar lebih kuat dan tahan lama,” jelasnya.

Dirinya juga menyampaikan masa pelaksanaan proyek ini berlangsung sejak 14 Juli hingga 15 Desember 2025, dengan durasi sekitar lima bulan. Waktu tersebut dinilai cukup realistis untuk memastikan pekerjaan dilakukan secara maksimal tanpa mengabaikan kualitas konstruksi.

Program penanganan longsor ini merupakan bagian dari implementasi 17 Program Prioritas Kukar Idaman Terbaik yang diusung Bupati Aulia Rahman Basri dan dirinya. Fokusnya adalah memperkuat konektivitas antarwilayah, memperbaiki infrastruktur dasar, serta meningkatkan keselamatan masyarakat pengguna jalan.

“Kalau infrastruktur kuat, maka aktivitas masyarakat dan ekonomi juga ikut berkembang,” tutup Rendi dengan semangat optimis. (Nur/Adv/Prokom Kukar)

Bagikan:

Pos terkait