Wali Kota Andi Harun Ungkap Kawasan Perkumuhan Berkurang Drastis

Samarinda – Sebagai upaya mewujudkan kemajuan kehidupan masyarakat, salah satu program andalan Pemerintah Kota Samarinda ialah Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan, kawasan kumuh Kota Tepian yang sebelumnya seluas 70,51 hektare, kini telah berkutang menjadi 53.02 hektare.

Bacaan Lainnya

Hal itu ia sampaikan saat sambutan peresmian Kotaku di wilayah RT 23, 25, dan 29 Kelurahan Sidodamai, Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis 10 Februari 2022.

Program yang dicanangkan pemerintah pusat untuk mengentaskan kawasan kumuh ini, memberikan bantuan peningkatan infrastruktur, drainase, biofil, dan gerobak sampah pada untuk masyarakat setempat.

Kegiatan peningkatan infrastruktur melalui prokram Kotaku disebutnya mampu mengurangi luasan kawasan kumuh secara terukur dan pasti. Sehingga mampu mewujudkan Samarinda sebagai kota yang aman, nyaman, dan lestari.

“Kegiatan ini mendapat BPM (Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat) BPM dari Kementerian PUPR melalui skema Padat Karya tunai, yang juga mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Andi Harun.

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dibiayai melalui BPM reguler yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur kawasan kumuh yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Lalu dukungan pembiayaan dari hibah Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

“Saya berharap proyek Program KOTAKU yang diresmikan hari ini, diantaranya infrastruktur, drainase, biofil, dan gerobak sampah di lingkungan RT. 23, 25 dan 29 Kelurahan Sidodamai Kecamatan Samarinda Ilir, dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan sebaik–baiknya untuk kepentingan masyarakat,” kata Andi Harun. (Advertorial).

Bagikan:

Pos terkait