Samarinda – Citra Wali Kota Samarinda, Andi Harun, melejit tinggi hingga menyentuh angka 98,6 persen, berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Litbang Kompas. Angka ini muncul dalam paparan hasil Survei Teropang Samarinda yang berlangsung di Teras Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, pada Senin (28/7).
Survei yang dilakukan selama 2,5 bulan ini bertujuan untuk menangkap tingkat kepuasan publik, mengevaluasi efektivitas program unggulan, serta menggali aspirasi dan harapan masyarakat terhadap Pemerintah Kota Samarinda.
Apa Itu Survei Litbang Kompas dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Survei Litbang Kompas merupakan metode ilmiah yang digunakan untuk menangkap opini publik secara objektif. Survei ini dilakukan melalui pengambilan sampel acak (random sampling) dari warga di wilayah yang diteliti. Warga kemudian diminta mengisi kuesioner yang mencakup berbagai aspek, mulai dari kepuasan terhadap pelayanan publik, persepsi terhadap pemimpin, hingga penilaian terhadap program-program pemerintah.
Setiap data yang dikumpulkan akan dianalisis secara statistik untuk menghasilkan gambaran umum yang akurat. Karena metode ini dilakukan oleh lembaga kredibel seperti Litbang Kompas, hasilnya kerap dijadikan acuan penting bagi pembuat kebijakan.
Hasil Survei: Kepuasan Publik Tinggi, Optimisme Menguat
Dari hasil survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Pemkot Samarinda mencapai 86,5%, sementara citra pribadi Wali Kota Andi Harun mencapai 98,6%—angka yang sangat tinggi dalam ukuran persepsi publik. Selain itu, mayoritas warga merasa optimis terhadap arah kepemimpinan saat ini.
Beberapa program yang mendapat apresiasi tertinggi dari masyarakat antara lain:
Probebaya (Program Pemberdayaan Berbasis RT), Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH), Bantuan pendidikan gratis, dan layanan kesehatan Doctor on Call.
Namun, masyarakat juga memberi masukan penting: pengendalian banjir dan peningkatan sektor ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus terus diperbaiki.
Respons Andi Harun: Ini Bukan Akhir
Menanggapi hasil survei ini, Wali Kota Andi Harun menyampaikan rasa syukur dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Ia menegaskan, tingginya kepuasan masyarakat bukan berarti pekerjaan selesai.
“Ini bukan akhir, tapi momentum untuk memperbaiki yang belum maksimal,” tegas Andi Harun.
Dalam wawancara eksklusif bersama Kompas TV setelah acara, ia juga menanggapi temuan masyarakat soal program yang perlu ditingkatkan, sembari mengajak seluruh warga untuk terus membangun kota bersama.
“Amun (kalau) kita beimbai (sama-sama), gotong royong, dan begawi bujur-bujur (bekerja sungguh-sungguh), disertai kejujuran dan keikhlasan mencintai kota ini, Tuhan pasti beri jalan keluar terbaik,” ucapnya penuh semangat.
Andi Harun juga menutup pernyataannya dengan penekanan pentingnya ruang kritik sebagai bahan bakar perubahan.
“Mari perkuat kerja sama tanpa kehilangan nalar kritis. Kritik membangun adalah asupan positif untuk perubahan,” pungkasnya. (gis)








