Alhamdulillah, Jalur Darat Mahulu-Kubar Sudah Bisa Dilalui

BISA LEWAT DARAT: Warga Mahulu kini bisa menuju Kubar dan sebaliknya menggunakan jalur darat usai diresmikan oleh gubernur, Selasa kemarin. (Adpim)

UJOH BILANG — Jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dengan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kini sudah bisa dilalui oleh kendaraan umum setelah diresmikan pada Selasa (6/1/2026). Pembukaan ruas Jalan Tering–Ujoh Bilang ini menjadi momen penting konektivitas darat di Kalimantan Timur, yang selama puluhan tahun masyarakatnya sangat bergantung pada transportasi sungai.

Pembangunan jalan strategis tersebut dimulai beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya pemerintah membuka isolasi wilayah pedalaman. Proyek penghubung Kubar–Mahulu ini dikerjakan bertahap dengan pembiayaan gabungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bacaan Lainnya

Ruas yang baru diresmikan memiliki panjang efektif sekitar 28,3 kilometer dari total keseluruhan jalur yang dibangun secara bertahap sampai ke Ujoh Bilang. Pekerjaan pada segmen utama ini sebagian besar telah rampung dikerjakan oleh Pemprov Kaltim melalui APBD, sementara sisanya yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui APBN masuk dalam skema kontrak multiyears hingga 2027.

Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Dengan terfungsinya jalur darat baru ini, mobilitas masyarakat antar kedua kabupaten menjadi lebih cepat dan efisien. Waktu tempuh yang sebelumnya bergantung pada sungai kini bisa ditekan signifikan, demikian pula biaya logistik, distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan pokok menjadi lebih lancar tanpa hambatan musim.

Warga Mahakam Ulu menyambut baik peresmian ini karena jalur darat diharapkan memberi dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan, membuka peluang ekonomi baru, dan memperluas akses terhadap layanan pendidikan serta kesehatan yang selama ini terhambat keterisolasian.

Lanjutan Pengerjaan dan Target

Meskipun segmen awal sudah bisa dilalui, pengerjaan keseluruhan jalur dari Tering hingga seluruh titik di Mahulu masih terus dikejar. Pemerintah menargetkan bagian besar jalan ini dapat tersambung secara penuh dan fungsional bagi masyarakat paling lambat tahun 2027, seiring dengan selesainya pekerjaan dari sumber APBN.

Terbukanya akses darat antara Mahakam Ulu dan Kutai Barat dinilai sebagai terobosan besar dalam pembangunan infrastruktur pedalaman Kalimantan Timur, sekaligus menjadi landasan penting pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pelosok Benua Etam.

Akses Darat Wujud Keadilan Pembangunan

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa terbukanya jalur darat Mahakam Ulu–Kutai Barat bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan wujud nyata keadilan pembangunan bagi masyarakat pedalaman.

“Ini bukan hanya soal jalan, tetapi soal keadilan sosial. Selama puluhan tahun masyarakat Mahakam Ulu hidup dalam keterisolasian dan sangat bergantung pada transportasi sungai. Sekarang, jalur darat sudah terbuka dan bisa dilalui,” ujar Rudy Mas’ud saat peresmian ruas jalan Tering–Ujoh Bilang.

Ia menyebut, dengan berfungsinya jalur darat tersebut, masyarakat Mahulu kini memiliki akses yang lebih mudah menuju pusat-pusat ekonomi, pelayanan publik, hingga ke Samarinda, Balikpapan, dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Alhamdulillah, setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masyarakat Mahakam Ulu akhirnya benar-benar terhubung melalui jalur darat. Ini akan menekan biaya logistik, mempercepat mobilitas, dan membuka peluang ekonomi baru,” katanya.

Rudy juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan jalan secara berkelanjutan mengingat kondisi geografis Mahakam Ulu yang memiliki medan berat dan rawan longsor.

“Kita tidak ingin jalan ini hanya bagus saat diresmikan. Perawatan harus menjadi perhatian bersama agar jalur Mahulu–Kubar tetap fungsional sepanjang tahun,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah provinsi memastikan akan melengkapi ruas jalan tersebut dengan fasilitas pendukung, termasuk pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Redaksi Media Etam

Bagikan:

Pos terkait