Mediaetam.com – Banjir melanda Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur hingga hari ini, Ahad, 20 Maret 2022.
Informasi yang diterima media ini, di beberapa lokasi banjir, tinggi air mencapai dada orang dewasa. Sejumlah warga pun terjebak dalam peristiwa banjir dan membutuhkan pertolongan.
Tim SAR Gabungan turun tangan memberikan bantuan. Termasuk Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Basarnas Kaltim).
Basarnas mengirimkan bantuan personel SAR serta dua unit perahu karet ke Sangatta dari Balikpapan.
“Siang ini kami mengirimkan perbantuan 2 unit perahu karet dan personel empat orang untuk backup di Sangatta. Sebab di beberapa titik airnya masih tinggi, diperkirakan 50 centimeter sampai 2 meter,” ungkap Kepala Basarnas Kaltim, Melkianus Kotta, Ahad.

Data yang dihimpun oleh Posko SAR yang ada di Sangatta, sebanyak 440 orang telah dievakuasi oleh Tim SAR. Terbanyak ialah di kawasan Gang Loa Hitam Kecamatan Sangatta Selatan sebanyak 150 orang dan Gang Loa Mali sebanyak 150 orang.
“Ada 6 titik banjir. Kecamatan Sangatta Selatan ada tiga titik yakni Dusun Pinang Mas, Dusun Bukit Indah dan Desa Sangkima. Sementara di Sangatta Utara juga ada tiga titik yakni Desa Sangatta Utara, Kelurahan Teluk Lingga dan Desa Swarga Bara,” katanya.
Sementara itu data dari BPBD Kabupaten Kutai Timur mencatat sebanyak 366 unit bangunan rumah terdampak di wilayah Sangatta Utara dan Selatan. Serta 3.937 Kepala Keluarga atau sebanyak 16.896 jiwa. Terdapat satu orang yang meninggal dunia akibat terjatuh dari tangga rumah saat banjir melanda, korban atas nama Suriyati (41).
Selain itu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membangun dua dapur umum di dua titik yaitu di Kantor Desa dan Kelurahan Singa Geweh.
“Disini banyak bayi mas, termasuk saya juga punya bayi dan harus mengungsi dari rumah karena terendam banjir. Perlengkapan bayi menurut saya yang paling butuh, karena mau beli kemana juga nggak bisa, aksesnya sudah benar-benar tidak ada karena dimana-mana sudah banjir,” ungkap Lela, salah seorang warga di Sangatta Utara.
Bantuan SAR, posko bantuan kebutuhan korban banjir juga dibangun, untuk menerima dan menyalurkan bantuan kepada korban banjir yang membutuhkan. Informasi dari Posko Bencana bahwa masyarakat membutuhkan air bersih, makanan cepat saji, popok bayi dan obat-obatan.
(Redaksi Mediaetam.com)
Editor: Maulana








