Belum Jera, Resedivis Pencabulan Diancam 15 Tahun Penjara

Mediaetam.com, Bontang – Team Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang bersama Jatanras Polda Kaltim menangkap seorang laki-laki yang diduga telah melakukan tindak Pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Selasa (8/6/2021) malam lalu.

Pelaku berhssil dibekuk Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang bersama Jatanras Polda Kaltim (FOTO: Polres Bontang)

Laki-laki beinisial AH (19) ditangkap, warga Jalan IR. H.Juanda RT. 06, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, di tempat persembunyiannya di Jalan Sungai Ampal Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan.

Berawal dari, Ibu korban yang mengetahui buah hati menjadi korban setelah mendapatkan informasi dari salah seorang teman (saksi), segera melaporkannya kepada Polres Bontang.

Dari informasi yang diperoleh dari saksi, pelaku telah melakukan perbuatan tersebut berkali-kali bahkan korban sempat hamil namun telah digugurkan.

Kepada polisi, pelaku mengaku bila dirinya menjalin hubungan pacaran dengan korban sudah 9 bulan, kenalan pelaku langsung mengajak melakukan hubungan badan yang dia lakukan di sebuah kamar Hotel di Rawa Indah. Perbuatan persetubuhan itu dia lakukan atas dasar mau sama mau, perbuatan itu sudah sering dia lakukan di rumah pelaku.

Kepada media, Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo, melalui Kasat Reskrim IPTU Asriadi yang didampingi Kasubbag Humas AKP Suyono, membebarkan penangkapan tersebut bersama Jatanras Polda Kaltim.

“Kini pelaku telah kita amankan di Polres Bontang,” jelas Kasat Reskrim Iptu Asriadi.

“Pelaku merupakan seorang Residivis yang telah menjalani hukuman 3 tahun 8 bulan dalam kasus yang sama. Tiga tahun yang lalu dirinya bebas dari Lapas Bontang,” ungkap Kasubbag Humas AKP Suyono

Suyono mengatakan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (Priya)

Share:

About The Author