TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyampaikan kabar menggembirakan terkait peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan di Kukar. Hal ini diungkapkannya saat ditemui di Pendopo Odah Etam, Kamis (30/10/2025).
Menurut Aulia, sektor pertanian dan perikanan menunjukkan tren positif dalam beberapa bulan terakhir.
“Produktivitas petani naik, luas tanam naik, oplah kita juga naik. Nelayan tangkap dan budidaya juga semakin membaik. Jadi output dan outcome-nya sudah mulai terlihat,” ujarnya dengan semangat.
Salah satu dari 17 Program Kukar Idaman Terbaik “100 Ribu Petani, Nelayan, dan UMKM Produktif” akan terus dilanjutkan pada tahun mendatang. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan visi Kukar Idaman Terbaik yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi produktif.
“Program 100 ribu petani, nelayan, dan UMKM produktif tetap kita jalankan. Konsepnya sekarang, kita akan mulai dari pelatihan terlebih dahulu sebelum bantuan diberikan,” jelas Aulia.
Pelatihan Dulu Bantuan Kemudian
Pemkab Kukar tengah menyiapkan lembaga pelatihan khusus yang akan dioperasikan di Kecamatan Tenggarong Seberang. Tempat ini nantinya akan menjadi pusat pelatihan bagi masyarakat penerima bantuan dari berbagai sektor produktif.
“Jadi ke depan, semua penerima bantuan akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan dulu. Contohnya, untuk peternak milenial ayam petelur, kita latih dulu tiga sampai lima hari dari hulu sampai hilir. Setelah mereka paham cara mengelola dan menghasilkan uang, baru kita berikan bantuannya,” bebernya.
Menurutnya, sistem ini sengaja dibuat agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha secara mandiri.
“Kita mulai dari peningkatan kapasitas dulu. Selama ini karena tidak diimbangi dengan pelatihan, banyak yang bingung mengelola bantuannya,” ungkapnya.
Aulia mengakui, sistem baru ini memang terlihat lebih rumit, namun diyakininya akan memberi hasil yang jauh lebih efektif. “Memang agak sedikit ribet, tapi dengan proses seperti ini kita bisa mengendalikan output, outcome, dan impact dari setiap program,” tambahnya.
Pendekatan berbasis pelatihan ini akan membuat setiap program pemerintah lebih terukur dan berkelanjutan. Tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan, tetapi benar-benar menciptakan masyarakat yang produktif dan berdaya saing.
“Kita ingin bantuan itu punya dampak nyata. Bukan cuma habis dibagi, lalu hilang begitu saja. Harus ada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Aulia juga berharap dukungan semua pihak agar Pemkab Kukar bisa terus menjalankan program prioritas ini dengan baik. “Doakan saja, dengan segala keterbatasan yang ada, kita bisa tetap bertahan dan melanjutkan program ini,” tutupnya. (Nur/Adv/Prokom Kukar)








