Cek Lokasi Pembangunan Gedung Uji Kir di Loktuan, Komisi III Berbeda Pendapat

Mediaetam.com, Bontang – Komisi lll DPRD Bontang bersama instansi terkait melakukan pengecekan lokasi lahan yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan gedung uji KIR. Lokasi yang berada di Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan atau tepat di samping Koramil 0908-01/Loktuan merupakan rekomendasikan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang.

Beberapa anggota Komisi III DPRD Bontang berbeda pandangan soal lokasi pembangunan gedung uji kelayakan kendaraan atau kir.

Komisi III DPRD Bontang cek lokasi pembangunan gedung uji KIR di Loktuan. [Mediaetam.com/Priya Sapto]


Sebagian menyetujui jika pembangunan gedung uji KIR dibangun di Loktuan, sementara lainnya memilih dibangun di kawasan Bontang Lestari.

Seperti anggota Komisi III Agus Suhadi menyebut, persyaratan administrasi mulai Detail Engineering Design (DED), Feasibility Study (studi kelayakan bisnis), analisis dampak lalu lintas (andalalin) dan rincian anggarannya sudah siap.

“Kalau saya lebih cenderung pembangunan di sini. Karena percepatan dan Dishub sudah melalui proses yang panjang,” katanya kepada awak media saat sidak, Senin (31/5/2021).

Berbeda pendapat, anggota Komisi III Faisal mengatakan meski lahan di Loktuan sudah memiliki Detail Engineering Design (DED), sambung dia, namun luasnya hanya 0,8 hektare.

Untuk memastikan diperbolehkan atau tidak, DPRD bersama Dishub Bontang akan berkonsultasi ke Kementerian Perhubungan awal Juni mendatang.

“Jangan sampai kami teriak-teriak ingin memperjuangkan berdirinya kantor uji kir, tetapi tidak memenuhi standar,” ujar politisi Nasdem ini.

Faisal juga menyoroti aspek keamanan jika nantinya gedung uji kir berlokasi di Loktuan. Di antaranya kawasan tersebut dekat dengan pemukiman penduduk, dekat dengan jalan utama, dan selalu ramai dilewati pengguna jalan.

Belum lagi kendaraan yang masuk bukan hanya yang berukuran kecil, namun juga yang berukuran besar.

“Ini sebenarnya tidak mungkin. Lokasinya tidak strategis juga sebenarnya. Bisa membahayakan,” ucapnya. (Priya Sapto)

Share:

About The Author