Samarinda – Dua tahun menghadapi pandemik Covid-19 warga Kaltim dinilai tangguh oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi.
Ihwal tersebut diucapkan dalam agenda Forum Perangkat Daerah Kaltim 2022 di Hotel Aryaduta, Selasa (22/03/2022). Tak hanya itu dalam masa itu, prestasi juga bisa diraih.
“Akhir tahun 2021 dari 34 provinsi di Indonesia, Kaltim menduduki peringkat 2, meraih penghargaan nasional sebagai daerah tertinggi dalam nilai ekspor komoditas pertanian,” jelas Hadi.
Menurut dia, periode 2020-2021 menjadi masa sulit bagi Benua Etam. Namun di situasi itu pula batu bara dan kelapa sawit mampu menaikkan devisa negara dari Kaltim. Prestasi ini sangat luar biasa karena ada sesuatu paradoks.
“Disatu sisi warga Kaltim diminta memelihara lingkungan, disisi lain mengeksplorisasi sumber daya alam untuk kepentingan bangsa dan negara,” sebutnya.

Itu artinya, menurut dia, Kaltim berhasil mengekspor batu bara dan kelapa sawit cukup signifikan, tapi disisi lain Kaltim masih mampu menjaga lingkungan. Terbukti dari kompensasi yang di dapat dari pengurangan emisi karbon sebanyak 10 juta USD dari bank dunia yang akan diberikan di periode 2023-2024.
“Kaltim menjadi salah satu provinsi yang mampu menjaga 55 persen hutan alamnya tetap terpelihara,” sebutnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih untuk masyarakat Kaltim dan bangga dari 35 pelaku ekspor tahun 2021, ternyata ada 10 dari UMKM Kaltim.
“Satu satunya ekspor lidi sawit dan lidi nipah itu berasal Kaltim. Kita harus bangga,” tutupnya. (adv/kmf/alexander)








