Dinas PU Kukar Pastikan Jembatan Kartanegara Aman, yang Penting Jangan Setop di Tengah Jembatan

Jembatan Kartanegara dipastikan aman berdasarkan hasil pemeriksaan terkini. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Isu mengenai kondisi Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar) yang terasa bergoyang sempat memicu keresahan di tengah masyarakat pengguna jalan. Kekhawatiran ini mencuat seiring dengan beredarnya informasi di media sosial pasca-insiden kecelakaan lalu lintas di atas jembatan pada Selasa kemarin.

Warga sekaligus pengendara, Riyan Angga, mengaku trauma mengingat sejarah kelam runtuhnya jembatan lama pada tahun 2011 silam.

Bacaan Lainnya

“Kabar jembatan goyang ini terasa saat ada insiden kecelakaan kemarin. Saya sempat melintas dan memang terasa goyang. Kami minta pemerintah memastikan kelayakannya agar tidak ada korban jiwa lagi,” ungkap Riyan, Rabu (11/2/2026).

Penjelasan Dinas PU: Dampak Penumpukan Kendaraan

Merespons kegelisahan warga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Bidang Bina Marga langsung melakukan pengecekan teknis. Berdasarkan pemantauan alat deteksi frekuensi yang terpasang di bawah struktur jembatan, kondisi jembatan dinyatakan tetap kokoh.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan sensasi goyangan yang dirasakan pengendara merupakan fenomena teknis yang wajar terjadi pada jembatan tipe suspension (gantung) saat terjadi beban statis di satu titik.

“Pergerakan jembatan itu disebabkan oleh menumpuknya kendaraan di tengah jembatan akibat adanya kecelakaan atau kendaraan mogok. Saat kendaraan berhenti total di tengah, beban menjadi terkonsentrasi,” jelas Linda.

Hasil Analisis Tenaga Ahli: Jembatan Masih Aman

Linda menjelaskan bahwa sebelum menyampaikan kondisi jembatan kepada publik, pihaknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga ahli yang benar-benar memiliki kompetensi dalam membaca data frekuensi jembatan secara real-time. Dari hasil pemantauan teknis, alat pengukur frekuensi menunjukkan angka yang masih berada dalam batas toleransi aman.

Menurutnya, temuan tersebut juga telah dikonfirmasi langsung oleh para ahli, yang memastikan tidak ada anomali struktur yang dapat membahayakan pengguna jembatan. Meski demikian, Linda tetap mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan aturan keselamatan. Ia menegaskan bahwa pengendara dilarang keras berhenti di tengah jembatan untuk tujuan apa pun, karena hal itu dapat menimbulkan beban statis berlebihan yang berpotensi memengaruhi kestabilan konstruksi.

“Kami pastikan Jembatan Kukar masih aman. Namun, kami berpesan agar para pengendara jangan berhenti di atas jembatan. Kedepannya, diperlukan pengaturan lalu lintas yang lebih sigap dari pihak terkait jika terjadi insiden di atas jembatan agar tidak terjadi penumpukan,” tutupnya.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait