GMNI Kaltim Dampingi Warga Menuntut Ganti Rugi Lahan, Serahkan Kajian ke KSP

Mediaetam.com, Samarinda – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kalimantan Timur (GMNI Kaltim) bersama warga Kelurahan Karang Joang, RT 42, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan menyerahkan laporan kajian tentang ganti rugi lahan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), yang sampai sekarang belum terbayarkan. Kajian tersebut diserahkan kepada Kantor Staf Presiden (KSP) Deputi IV Juri Ardiantoro, Kamis (17/6/2021), di Hotel Mercure Samarinda.

Perwakilan warga Karang Joang RT 42 Balikpapan Utara, Pangeran saat menyerahkan dokumen terkait ganti rugi lahan tol Balsam yang belum terbayarkan kepada Deputi IV KSP Juri Ardiantoro. (Mediaetam.com/Idham)

Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pengorganisiran DPD GMNI Kaltim Antonius Perada Nama mengatakan, apa dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan haknya. Dia menilai bahwa jalan tol Balsam yang sebentar lagi akan diresmikan, sehingga harus menyelesaikan hak warga.

Dia pun menilai secara hukum seharusnya urusan ganti rugi sudah beres kerena berdasarkan surat rekomendasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim yang berkaitan dengan ganti rugi lahan milik warga di area kawasan Sungai Manggar sudah melalui penetapan pengadilan dan sudah berjalan sejak tahun 2019.

“Uang ganti rugi lahan milik warga sudah ada dan dititipkan ke Pengadilan Negeri Balikpapan,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Antonius masalah utama belum dibayarkannya hak warga karena lahan termasuk kawasan hutan lindung dan harus ada SK yang di keluarkan oleh Kementrian Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait area penggunaan lain.
Padahal seharusnya sesuai aturan SK tersebut harus terbit sebelum adanya pembangunan jalan tol Balsam.

Dia pun berharap dengan kehadiran KSP mampu mendesak seluruh pihak yang selama ini coba menahan-nahan ganti rugi warga yang kehilangan lahannya akibat pembangunan tol Balsam.

“Dari Deputi IV KSP berjanji akan dikaji dan dilanjutkan kepada Presiden, semoga membuahkan hasil yang bagus,” ucapnya.

Sementara itu perwakilan warga, Pangeran mengungkapkan bahwa apa yang mereka perjuangkan selama ini merupakan hak yang sudah seharusnya warga terima. Pihaknya bersama yang lain telah hampir 10 tahun memperjuangkan untuk memperoleh keadilan.

“Semoga dengan telah diterimanya aspirasi kami oleh KSP dapat menemukan solusi dengan segera,” ucapnya. (Idham)

Share:

About The Author