Jalan Putus di Desa Bakungan, Akan Dibangun Jembatan

Kukar – Setelah menunggu hingga enam tahun lamanya, Jalan di Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) sejak 2015 lalu, membuahkan hasil. Jalan yang terputus hingga sekitar 50 meter tersebut, akan segera diperbaiki. Bahkan saat ini disebut sudah dilakukan proses perbaikan.

Anggota DPRD Kukar, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa jalan putus tersebut sudah diharapkan oleh warga sekitar. Ia pun menyebut jika proses perbaikan jalan milik provinsi tersebut, akan diperkirakan rampung pada September 2021 mendatang.

“Ini sedang berproses jalan itu diperbaiki, kemarin kita sudah sidak kesana,” jelas Ahmad Yani pada media ini belum lama ini.

Jalan putus di Desa Bakungan akan segera dibangunkan jembatan penghubung. Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan jalan milik perusahaan di Desa Bakungan. (ist)

Memang warga Desa Bakungan yang akan pergi menuju Samarinda dan sekitarnya, harus melewati jalan alternatif, berupa jalan houling milik PT ABK UMP. Perusahaan sektor pertambangan batubara disana. Karena memang jalan houling, tentu kondisinya sangat jauh dari kata layak, penuh debu dan jalan penuh lubang.

Yani mengungkap, jika perbaikan jalan tersebut nantinya akan dibangun dalam bentuk jembatan penghubung. Dikarenakan melihat kondisi yang ada, tidak bisa dipaksakan dibangun dalam bentuk jalan semenisasi, akan berakibat longsor kembali karena kondisi tanahnya.

“Jadi nanti dibuatnya semacam jembatan penghubung, bukan disemenisasi jalan. Jembatan lebih pas melihat kontruksi tanah disana,” lanjutnya lagi.

Ia juga menambahkan, jalan tersebut sudah putus bertahun-tahun dan sangat dikeluhkan dan ditunggu-tunggu masyarakat perbaikannya, guna memperlancar akses masyarakat untuk beraktivitas.

“Kalau sudah bagus kan yang dari Loa Janan atau Tenggarong bisa enak lewat situ. Selama ini kan kita cuma pakai jalan sementara dari perusahaan,” terangnya.

Terkait sumber dana pembangunan jembatan penghubung, Yani memastikan bakal berasal dari sumber anggaran APBN atau dana pusat. Melihat status jalan tersebut merupakan jalan yang dikelola oleh provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Nilainya kita kurang tau ya, tapi mungkin sekitar puluhan milyar kalau kita lihat,” tutup Politisi PDIP ini. (Adv/Dprd Kukar)

Share:
Tags:

About The Author